Kronologi Mayat Mozza Ditemukan Tinggal Kerangka di Tol Jangli Semarang
SEMARANG, iNews.id – Polisi mengevakuasi mayat Mozza Axillia Gunarsa (19), gadis asal Bergas, Kabupaten Semarang yang dilaporkan hilang sejak Juni 2025 lalu. Jasad Mozza ditemukan tinggal kerangka terbungkus karung di lereng Jalan Tol Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026).
Belakangan terungkap, Mozza dibunuh pria teman dekatnya berinisial MPDA (22) warga Kabupaten Blora.
Petunjuk keberadaan korban dan terkuaknya tabir pembunuhan ini bermula dari perangkat elektronik korban yang masih terkoneksi dengan media sosial.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, penyelidikan kasus orang hilang ini menemui titik terang setelah orang tua korban memberikan petunjuk baru berupa akun media sosial korban yang masih aktif di suatu perangkat.
"Beberapa minggu lalu kami dapat petunjuk baru dari orang tua korban, ada perangkat elektronik yang masih tersambung dengan media sosial korban, dari situ penyelidikan bermula," ujar AKP Bodia Teja Lelana.
Dari penelusuran digital tersebut, diketahui sebelum menghilang Mozza sempat menemui seorang pria teman dekatnya berinisial MPDA (22). Polisi kemudian melacak keberadaan pelaku yang sempat indekos di daerah Sriwijaya, Kelurahan Tegalsari, Kota Semarang.
Meski pelaku sudah meninggalkan rumah kos tersebut, penyidik berhasil menggali informasi dari rekan-rekan pelaku. Tim Satreskrim Polres Semarang akhirnya membekuk MPDA tanpa perlawanan di kediamannya di Kabupaten Blora.
Di hadapan penyidik, MPDA mengakui perbuatan keji tersebut. Pelaku mengaku telah membunuh Mozza pada 25 Juni 2025, atau tiga hari sebelum orang tua korban resmi membuat laporan kehilangan di kepolisian pada 28 Juni 2025.
Pelaku kemudian membungkus jasad korban ke dalam karung dan membuangnya ke lereng Tol Jangli, Tembalang, Kota Semarang.
Petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi pembuangan jasad yang ditunjukkan pelaku pada Jumat siang. Di lokasi tersebut, polisi menemukan karung berisi kerangka manusia utuh beserta barang bukti milik korban.
Kerangka tersebut langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan forensik. Secara visual, pihak keluarga meyakini kerangka tersebut adalah Mozza berdasarkan ciri fisik dan barang yang melekat.
"Keterangan dari orang tua Mozza, identifikasi visual memastikan kerangka itu adalah Mozza dari tambalan gigi, struktur gigi, gigi gingsul, dan jepit rambut yang ditemukan di TKP. Namun secara scientific crime investigation, kami tetap mengambil sampel DNA untuk membandingkannya," tegas AKP Bodia.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif utama pelaku membunuh korban secara tega dan membuang jasadnya hingga mengering menjadi kerangka.










