Viral Anggota DPD Arya Wedakarna Hadiri Kontes Transgender di Thailand, Ini Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Anggota DPD asal Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa, menegaskan kehadirannya dalam acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand, bukan dalam kapasitasnya sebagai senator. Arya menyebut kedatangannya dalam acara yang dikaitkan dengan promosi LGBT tersebut sebagai tokoh Bali sekaligus mewakili lembaga Hindu.
“Kalau saya yang pasti kemarin acara yang di Thailand itu saya datang mewakili lembaga Hindu ya. Jadi sebagai tokoh Bali, jadi tidak ada kaitan sama jabatan saya di manapun,” kata Arya, dikutip Jumat (4/9/2026).
Dia menjelaskan, Miss Equality World 2026 diisi berbagai rangkaian kegiatan mulai dari peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, hingga diskusi.
Arya mengaku menghadiri sesi pemberian penghargaan dan peluncuran video promosi wisata Bali. Dalam kesempatan tersebut, dia juga menerima penghargaan sebagai tokoh budaya Bali.
“Mereka sudah membuat video yang baik ya untuk promosi Bali alamnya, pantainya. Saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Jadi ya maka dari itu kita biasa kalau di Bali menerima penghargaan dari kalangan-kalangan mana pun ya namanya orang memberi penghargaan kan kita hargai dong seperti itu,” ujarnya.
Arya mengaku saat menghadiri acara tersebut tidak mengetahui pergelaran itu kemudian dikaitkan dengan LGBT. Dia juga menyatakan tidak ingin mencampuri urusan pihak yang memberikan penghargaan kepadanya.
Dia memahami Thailand dikenal sebagai salah satu tujuan wisata yang memiliki keberagaman gender. Namun, Arya kembali menegaskan tidak ingin memberikan komentar terkait hal tersebut.
“Kan kita tidak ikut komentar tentang latar belakang siapa orang-orang yang memberikan penghargaan. Gitu kan ada namanya etika kan seperti itu. Jadi buat kami ya kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata seperti itu,” tuturnya.
Selain kehadirannya, keberadaan seorang anggota TNI berseragam dinas yang mendampingi Arya di Thailand juga menjadi sorotan di media sosial. Arya membenarkan anggota TNI tersebut merupakan pengawal pribadinya.
"Memang pengawal pribadi, pengawal saya. Jadi kan mengamankan, kita kan tahu Thailand itu kan suatu wilayah yang agak rawan konflik, kan kita tahu bahwa kemarin kan ada penembakan siswa tentang bullying, kan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik ya begitu jadi ya melekat, melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja untuk mengamankan saja,” tutur dia.
Menyusul hal tersebut, Badan Kehormatan (BK) DPD akan memanggil Arya untuk mendalami maksud kehadirannya. Selain itu, BK DPD akan mendalami sosok berseragam TNI yang disebut sebagai ajudan pribadi yang juga turut hadir bersama Arya.
"BK telah memutuskan pemanggilan atas I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, anggota DPD RI dalam kasus ini," kata Ketua BK DPD, Hasby Yusuf dikutip Jumat (4/9/2026).
Hasby menyatakan, BK DPD akan melihat fakta secara utuh, antara lain mengenai tujuan kehadiran, kapasitasnya, undangan dan penyelenggara kegiatan, bentuk keterlibatan dalam acara, penggunaan atribut atau fasilitas yang berkaitan dengan jabatan, serta keterkaitan kegiatan tersebut dengan pelaksanaan tugas sebagai anggota DPD.










