Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan, Dokter Ungkap Risikonya

Jangan Sembarangan Pakai Sabun Kewanitaan, Dokter Ungkap Risikonya

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 14 Agustus 2026 - 01:10
share

JAKARTA, iNews.id - Menjaga kebersihan area kewanitaan penting, tetapi bukan berarti harus menggunakan sabun khusus secara berlebihan. Penggunaan sabun wangi atau pembersih kewanitaan yang tidak tepat justru dapat mengganggu keseimbangan alami di area genital.

Dokter Spesialis Urologi sekaligus influencer kesehatan, dr Andika Afriansyah, mengingatkan perempuan agar tidak berlebihan menggunakan sabun wangi maupun produk pembersih kewanitaan. Kebiasaan tersebut perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki masalah infeksi saluran kemih (ISK) berulang.

Menurut dr. Andika, penggunaan produk pembersih secara berlebihan dapat mengganggu bakteri baik yang secara alami berada di sekitar area genital. Padahal, keberadaan bakteri baik tersebut berperan dalam menjaga perlindungan alami.

“Empat, stop sabun wangi ataupun pembersih kewanitaan yang berlebihan. Niatnya sih bersih, malah bunuh bakteri baik yang jadi pelindung alami di sekitar kemaluan kamu,” ucap dr Andika, dikutip Kamis (13/8/2026).

ISK sendiri merupakan kondisi ketika saluran kemih, seperti ginjal, ureter, uretra, atau kandung kemih mengalami infeksi. Kondisi tersebut umumnya terjadi ketika bakteri masuk ke saluran kemih dan berkembang biak.

Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi dapat menyebar ke bagian saluran kemih lainnya hingga ginjal. Gejala ISK dapat berupa rasa nyeri saat buang air kecil, sering ingin buang air kecil, demam dan menggigil, nyeri pinggang, hingga mual dan muntah.

Selain menghindari penggunaan sabun kewanitaan secara berlebihan, dr. Andika membagikan sejumlah kebiasaan sederhana untuk membantu mencegah ISK.

Salah satunya adalah segera buang air kecil setelah berhubungan seksual. Menurut dia, aliran urine dapat membantu membilas bakteri yang berpotensi masuk ke saluran kemih.

“Satu, pipis setelah berhubungan intim. Aliran urin itu bisa ngebilas bakteri sebelum dia naik ke kandung kemih atau ke ginjal, makanya setelah berhubungan intim segera kencing,” katanya.

Kebiasaan menahan buang air kecil juga sebaiknya dihindari. Urine yang terlalu lama mengendap di kandung kemih dapat memberikan kesempatan bagi bakteri untuk berkembang.

“Dua, jangan nahan kencing. Makin lama urin mengendap, makin banyak bakteri berkembang di kandung kemih kamu,” ujarnya.

Cara membersihkan area genital setelah buang air besar juga perlu diperhatikan. Dr. Andika menyarankan membersihkan dari arah depan ke belakang agar bakteri dari area anus tidak berpindah ke bagian depan.

“Tiga, cebok dari arah depan ke belakang. Kalau kebalik nanti bakteri yang dari belakang bisa pindah ke depan dan masuk ke kandung kemih kamu,” katanya.

dr Andika juga mengingatkan orang yang mengalami ISK berulang agar tidak hanya mengandalkan antibiotik tanpa mencari penyebabnya. Jika ISK kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui faktor yang mendasarinya.

“Kalau ISK kamu kambuh lebih dari dua kali dalam enam bulan, harus dicari nih penyebabnya, bukan antibiotik terus,” ucapnya.

Sebab itu, menjaga kebersihan area kewanitaan sebaiknya dilakukan secara tepat dan tidak berlebihan. Jika muncul gejala ISK atau infeksi terus berulang, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Topik Menarik