Kebiasaan Tidur seperti Ini Bisa Rusak Bentuk Tubuh

Kebiasaan Tidur seperti Ini Bisa Rusak Bentuk Tubuh

Gaya Hidup | inews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 22:11
share

JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan tidur yang dilakukan setiap malam ternyata tidak boleh dianggap sepele. Posisi tidur yang kurang tepat dan berlangsung selama bertahun-tahun disebut dapat memengaruhi postur tubuh hingga menimbulkan masalah pada tulang belakang.

Dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta Mandira Hudhi mengungkap adanya hubungan antara posisi tidur dengan perubahan postur tubuh. Menurut dia, dampak kebiasaan tidur yang salah tidak selalu langsung terasa, tetapi dapat terakumulasi seiring waktu.

“Sebenarnya ini yang menjawab harusnya dokter spesialis ortopedi sub-spine. Tapi jawabannya itu adalah fakta. Jadi jawabannya adalah memang betul, posisi tidur selama bertahun-tahun itu akan mempengaruhi postur,” ujar dr. Tirta dalam unggahan video di akun Instagramnya, dikutip Kamis (13/8/2026).

Salah satu kebiasaan yang disoroti adalah tidur menggunakan bantal yang terlalu tinggi dan keras. Kondisi tersebut dapat membuat posisi leher dan tulang belakang berada dalam posisi yang kurang ideal selama beristirahat.

“Contoh orang yang biasanya tidurnya pakai bantal keras tinggi, jadi dia nanti kalau jalan gini nih (bungkuk). Paling nanti usia 40 nyeri servikal, 57, matinya ya paling lumpuh, stroke, jepit,” ucapnya.

Menurut dr Tirta, persoalan tempat tidur juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi tubuh masing-masing orang. Anatomi tubuh yang berbeda membuat kebutuhan terhadap bantal maupun kasur juga tidak selalu sama.

“Itu alasan kenapa ada kasur harganya 160 juta dan ada kasur harganya cuma 160 ribu. Pembedanya adalah kasur-kasur yang harganya ratusan juta tersebut, itu memiliki spine support dan memory. Karena tubuh manusia itu berbeda-beda,” katanya.

Dia memberikan contoh berdasarkan kondisi fisiknya yang memiliki massa otot cukup besar pada bagian rhomboid dan latissimus dorsi. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan dukungan kasur tertentu ketika tidur dalam posisi miring.

“Contoh, saya genetiknya tuh gede di otot sini, rhomboid sama latissimus dorsi atau sayap. Sehingga ketika saya tidur miring, sakit ini bahunya. Sehingga saya membutuhkan kasur yang dia kalau tidur, ininya harus bahunya harus tenggelam. Kalau enggak, sini akan sakit, tension sampai sini,” lanjut dia.

Perhatian terhadap posisi tidur dan alas tidur juga semakin penting bagi orang yang memiliki gangguan pada tulang belakang. dr. Tirta menyebut penderita skoliosis dan HNP atau saraf terjepit membutuhkan pengaturan tempat tidur yang sesuai dengan kondisinya.

“Yang kedua, bagi orang yang memiliki riwayat penyakit skoliosis, itu juga tidurnya harus khusus. Bagi orang yang memiliki HNP atau saraf terjepit di bagian lumbal 4 atau 5, dia harus memiliki tempat tidur yang ada lumbar support-nya,” ucap dr. Tirta.

Karena itu, kebiasaan tidur dengan posisi yang sama setiap malam perlu diperhatikan, terutama jika membuat tubuh terasa nyeri atau kaku ketika bangun. Bantal yang terlalu tinggi dan keras juga sebaiknya tidak digunakan hanya karena terasa nyaman pada awalnya.

Memilih bantal dan kasur yang sesuai dengan posisi tidur serta kondisi tubuh dapat membantu menjaga kenyamanan selama beristirahat. Jika muncul nyeri leher, punggung, atau gejala yang menetap, pemeriksaan medis dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya.

Topik Menarik