Kapan 1 Rabiul Awal 2026? Ini Amalan dan Keutamaan Bulan Maulid Nabi
JAKARTA, iNews.id - Kapan 1 Rabiul Awal 2026 / 1448 H penting umat Islam ketahui karena banyak amalan, keutamaan, dan peristiwa besar di dalamnya. Bulan yang identik disebut dengan Bulan Maulid Nabi itu juga menjadi salah satu bulan yang paling dinantikan umat Islam.
Dalam kalender Hijriah, Rabiul Awal merupakan bulan ketiga dan menjadi salah satu bulan teristimewa karena di bulan itu, Nabi Muhammad SAW, manusia agung pembawa risalah seluruh alam dilahirkan.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abi Qatadah disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Artinya: Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." (HR. Muslim) [No. 1162 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Dilansir dari laman mui, Rabiul Awal artinya musim semi. dinamakan demikian karena mereka menetap di rumahnya masing-masing. Al-irtiba' artinya tinggal di keramaian daerah tempat tinggal.
Kata rabi’ dalam bahasa Arab cukup rumit. Kata ini, digunakan untuk penamaan musim dan bulan. Adapun rabi’ dalam konteks musim, dapat berarti musim semi atau musim gugur.
Sebagian masyarakat Arab menyebut musim semi sebagai rabi’, sebagian lain menyebut rabi’ adalah musim gugur.
Sementara rabi’ dalam konteks bulan, adalah dua bulan berturut-turut setelah bulan Safar. Yaitu Rabiul Awal dan Akhir. Dinamai seperti itu sebab dua bulan tersebut terjadi antara musim semi sampai musim gugur.
Kapan 1 Rabiul Awal 2026?
Sesuai kalender Hijriah dari Kementerian Agama, 1 Rabiul Awal 1448 H / 2026 jatuh pada hari Jumat, 14 Agustus 2026. Bulan ini akan berakhir pada 12 September 2026.
Bulan Maulid Nabi
Bulan Rabiul awal identik dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Perayaan itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadits di atas.
Di Indonesia, sebagian besar masyarakat Muslim membaca shalawat, barzanji dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW tiap memasuki Rabiul Awal.
Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mukjizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.
Dari definisi ini dapat dipahami bahwa kegiatan yang dilakukan pada momen hari kelahiran Nabi Saw berwujud amalan-amalan ibadah yang bersifat mutlak. Seperti melakukan pembacaan dan pengkajian tentang sirah Rasulullah SAW melalui pembacaan syair-syair yang tertulis dalam kitab-kitab Maulid seperti al-Barzanji, Simtu ad-Duror, ad-Diba’, Maulid Syaraf al-Anam, dan semisalnya, ataupun melakukan kegiatan tertentu yangdikatagorikan ibadah muthlak seperti membaca shalawat, membaca Alquran, bersedekah, dan lainnya.
Tujuan dalam melaksanakannya adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Sang Nabi mulia. Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT : Katakanlah (Muhammad), sebab fadhal dan rahmat Allah (kepada kalian), maka bergembiralah kalian. (QS Yunus, 58).
Amalan Bulan Rabiul Awal
1. Perbanyak Sholawat
Amalan Bulan Rabiul Awal yang merupakan momen kelahiran Nabi Saw pertama dianjurkan banyak membaca sholawat.
2. Mengkaji Kisah Kelahiran Nabi Muhammad
Amalan Bulan Rabiul Awal lainnya yakni mengkaji kisah atau sirah kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui pembacaan syair-syair yang tertulis dalam kitab-kitab Maulid seperti al-Barzanji, Simtu ad-Duror, ad-Diba’, Maulid Syaraf al-Anam, dan semisalnya.
3. Bersedekah
Amalan Bulan Rabiul Awal selanjutnya yakni banyak bersedekah. Lazim di masyarakat Muslim Jawa di Bulan Rabiul awal ini dengan memberikan sedekah makanan di tanggal 12 Rabiul Awal sebagai bentuk syukur dan kegembiraan merayakan Maulid Nabi SAW.
Sedekah sebagai bentuk kegembiraan atas kelahiran Nabi SAW juga dilakukan Abu Lahab, paman Nabi SAW yang paling getol memusuhi Rasulullah SAW.
Saking gembiranya menyambut kelahiran Sang Nabi, Abu Jahal memerdekakan budaknya bernama Tsuwaibah. Atas amaliyahnya itu, Abu Jahal diringankan siksanya setiap hari Senin.
Keutamaan Bulan Rabiul Awal
1. Bulan Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Keutamaan Bulan Rabiul Awal pertama yang paling masyhur yakni bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW tepatnya tanggal 12 Rabiul Awal, pada malam Senin tahun 53 sebelum Hijrah. Nabi SAW dilahirkan 53 tahun sebelum terjadinya hijrah nabi dari Makkah ke Madinah.
Para ulama mengatakan kelahiran Nabi Muhammad SAW bertepatan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah itu. Yang lain berpendapat kelahirannya itu 15 tahun sebelum peristiwa gajah.
2. Bulan Wafatnya Nabi SAW
Keutamaan Bulan Rabiul Awal berikutnya yakni selain bulan kelahiran, juga bulan wafatnya Rasulullah SAW. Disebutkan bahwa tahun wafat Rasulullah SAW adalah pada bulan Juni tahun 632 M. Hari itu bertepatan dengan tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Ini adalah versi yang paling populer dari sejarah angka tahun wafatnya Nabi SAW.
3. Bulan Shalawat
Bulan Rabiul awal identik dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Perayaan itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW.
Pembacaan shalawat, barzanji dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW menghiasi hari-hari bulan itu.
Oleh karena itu, membaca sholawat untuk Nabi Muhammad SAW dimaksudkan untuk mendoakan dan memohon berkah dari Allah SWT untuk keselamatan dan kesejahteraan.
Di Indonesia, sebagian besar masyarakat Muslim membaca shalawat, barzanji dan pengajian-pengajian yang mengisahkan sejarah Nabi SAW tiap memasuki Rabiul Awal.
4. Bulan Kegembiraan Umat Islam
Keutamaan Bulan Rabiul Awal lainnya sebagai bulan kegembiraan umat Islam. Di Bulan Rabiul Awal yang lazim disebut Bulan Maulud atau Maulid, sebagian besar umat Islam di Indonesia merayakannya dengan beragam amalan saleh seperti pembacaan sholawat, sedekah dan pengajian-pengajian memeringati hari kelahiran Nabi SAW.
Tujuan dalam melaksanakannya adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Sang Nabi mulia.
5. Bulan Rahmat
Keutamaan Bulan Rabiul Awal berikutnya sebagai bulan rahmat. Sebab, kelahiran Nabi Muhammad ke muka bumi ini adalah nikmat dan rahmat teragung yang Allah anugerahkan kepada manusia dan seluruh alam. Perayaan maulid adalah bentuk syukur kepada Allah atas nikmat yang sangat agung ini.
Dengan sebab beliau, kita mengenal Allah, satu-satunya Tuhan yang berhak dan wajib disembah. Tuhan Pencipta segala sesuatu.
Dalam Alquran, kelahiran Nabi Muhammad SAW ke dunia merupakan rahmat dan karunia Allah terbesar bagi umat manusia. Karena itu, sudah sewajarnya Muslim mengungkapkan kegembiraan atas rahmat Allah SWT atas kelahiran Sang Nabi mulia.
Pengungkapan rasa gembira itu memang dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan anugerah dari Tuhan. Sebagaimana firman Allah SWT :
قُلْ بِفَضْلِ اللهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا
“Katakanlah: ‘Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah (dengan itu) mereka bergembira’ “. (QS.Yunus: 58) Allah Ta’ala memerintahkan kita bergembira atas rahmat_Nya dan Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam jelas merupakan rahmat Allah terbesar bagi kita dan semesta alam.
Allah berfirman :
وَمَا أرْسَلـْنَاكَ إلَّا رَحْمَةً لِلعَالَمِـيْنَ
“Dan Kami tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta”. (QS.Al-Anbiya:107)
Ibnu Katsir menjelaskan dalam kitabnya Tafsir Ibnu Katsir, melalui ayat tersebut Allah SWT memberitahukan bahwa Dia (Allah) menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat buat semesta alam. Dengan kata lain, Dia mengutusnya sebagai rahmat buat mereka.
Maka barang siapa yang menerima rahmat ini dan mensyukurinya, berbahagialah ia di dunia dan akhiratnya. Dan barang siapa yang menolak serta mengingkarinya, maka merugilah ia di dunia dan akhiratnya.
Demikian ulasan kapan 1 Rabiul Awal 2026 lengkap dengan amalan dan keutamaan Bulan Maulid Nabi. Mari menyambut bulan mulia ini dengan memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad Saw agar mendapat syafaatnya di hari Kiamat.
Wallahu A'lam








