3 Kisah Tragis Si Penista Agama di Zaman Nabi SAW

3 Kisah Tragis Si Penista Agama di Zaman Nabi SAW

Gaya Hidup | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:33
share

Penistaan terhadap ayat-ayat Al Quranberarti menistakan Allah SWT dan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam serta ajaran Islam. Kasus-kasus penistaanini juga pernah terjadi di zaman Nabi SAW, yang akhirnya mereka berakhir tragis.

Bagaimana kisah dan ceritanya? Simak ulasan dan penjelasannya berikut ini :

3 Kisah Para Penista Agama di Zaman Nabi SAW

1. Jenazahnya ditolak bumi karena dusta

Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim dari jalur Anas bin Malik yang berkata, "Di antara kami ada seorang laki-laki dari Bani Najjar yang telah membaca surah al- Baqarah dan surat Ali Imran dan dia seorang penulis wahyu untuk Rasulullah SAW. Kemudian, dia pergi melarikan diri dan bergabung bersama Ahli Kitab yang menyanjungnya.

Mereka berkata, 'Orang ini pernah menjadi penulis wahyu bagi Muhammad', sehingga mereka pun mengaguminya. Tidak beberapa lama kemudian Allah menimpakan bencana pada orang itu hingga kematiannya. Mereka para ahli kitab menggali kuburan untuknya dan menguburkannya. Keesokan harinya bumi telah memuntahkan jasad orang itu ke permukaan.

Baca juga:Kasus Hapalan Ayat Hadiah Miras : Penistaan Agama, Bagaimana Sikap dan Tabiat Para Penghinanya?Mereka ahli kitab itu pun menggali kuburan kembali dan menguburkannya, tetapi keesokan harinya bumi kembali memuntahkan jasad orang itu. Lagi-lagi mereka menggali kuburan dan menguburkan jasad orang itu dan begitu pula keesokan harinya bumi memuntahkan kembali jasad tersebut. Akhirnya, mereka ahli kitab membiarkan jasad orang itu terbuang." (HR Muslim).

Atas hadis tersebut, Ibnu Taimiyah menjelaskan, orang tersebut adalah orang terkutuk karena dusta yang telah dilakukannya, sebab dia jelas bukanlah penulis wahyu. Dan, penolakan bumi terhadap mayat tersebut adalah hukuman dari kebohongannya.

2. Tangan bergetar saat ingin bunuh Nabi Muhammad SAW

Suatu ketika, ada orang yang ingin membunuh Nabi Muhammad SAW. Namanya adalah Gorts bin al-Harts. Dia pun ditanya tentang bagaimana dirinya hendak membunuh Nabi SAW.

Lalu dia menjawab, "Aku akan berkata padanya, berikan pedangmu. Jika dia (Nabi SAW) memberikannya kepadaku, maka kubunuh dengan pedang itu." Kemudian Gorts menghampiri Rasulullah SAW dan meminta pedangnya. Lantas diberikanlah pedang itu oleh Rasulullah. Namun, tangan Gorts bergetar sampai pedang yang dipegangnya pun terjatuh. Rasulullah SAW bersabda:

حال الله بينك وبين ما تريد

"Allah SWT ada di antaramu dan apa yang kamu inginkan." (Al-Dur al-Mantsur)

3. Diterkam singa usai menghina Nabi SAW

Dalam tafsir Ibnu Katsir, disebutkan soal Abu Lahab dan putranya, Utbah, yang telah mempersiapkan diri untuk berangkat ke Syam. Utbah berkata, "Demi Tuhan, marilah kita pergi kepada Muhammad dan menyakiti dirinya."Utbah pernah bicara keras kepada Rasulullah SAW bahwa dia akan menceraikan putrinya, Ruqayyah, yang belum pernah digaulinya. Lalu Nabi SAW berdoa kepada Allah SWT, "Ya Allah, kirimkan kepadanya salah satu dari anjing-anjing-Mu."

Setelah itu, Utbah bepergian memimpin kafilah dagang ke negeri Syam, dan saat berada di sebuah daerah bernama al-Ghadirah, tiba-tiba dari kejauhan terdengar auman singa. Teringat doa Nabi, Utbah bertanya pada rombongannya dengan nada ketakutan, "Suara apa yang kita dengar?"

Unta-unta kafilah dagang memberontak ketakutan ketika mendengar auman singa itu dan tampak singa di belakang dataran tinggi. Para kafilah dagang menyadari doa Rasulullah SAW terkabul.

Utbah berteriak, "Saya akan memberi hadiah seribu dinar jika saya diselamatkan dari terkaman singa itu." Utbah ada di tengah-tengah singa dan berusaha mengamankan barang dagangannya. Namun, singa itu menyerang dan mencabik-cabik tubuh Utbah dengan taringnya, menelan kepalanya, dan menggiringnya hingga terputus lehernya.

Singa itu tidak melukai unta dan rombongan lainnya. Akhirnya, singa itu menghilang begitu saja seolah-olah ditelan bumi.

Baca juga:Bukan Sekadar Gambar, Ini Alasan Memvisualisasikan Nabi Muhammad SAW Dilarang dalam Islam

Topik Menarik