Pria Lansia Minum Obat Ereksi, Apakah Berbahaya bagi Jantung? Begini Kata Dokter
JAKARTA, iNews.id - Seiring bertambahnya usia, menjaga vitalitas dan kualitas hubungan intim menjadi bagian dari gaya hidup sehat pria lanjut usia (lansia). Namun, tidak sedikit pria lansia yang merasa cemas saat hendak mengonsumsi obat ereksi karena khawatir berdampak buruk terhadap kesehatan jantung.
Dokter Spesialis Andrologi sekaligus influencer kesehatan, dr Jefry Tribowo, mengatakan kekhawatiran tersebut merupakan hal yang wajar dan cukup sering ditemui di masyarakat.
“Kadang banyak pria lansia yang khawatir ya, kira-kira aman gak nih kalau kita minum obat ereksi. Nanti jangan-jangan bisa masalah ke jantung,” kata dr Jefry, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, obat ereksi dapat digunakan oleh pria lansia selama diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan dan anjuran dokter. Penggunaan obat tidak dianjurkan dilakukan sembarangan atau tanpa mengetahui kondisi kesehatan pasien.
“Sebetulnya obat ereksi itu dia aman loh diberikan asalkan sesuai dengan pemeriksaan dan anjuran dari dokter khususnya dokter andrologi,” katanya.
dr Jefry juga membagikan pengalamannya saat menangani pasien lansia dengan gangguan ereksi. Dalam praktiknya, terapi yang diberikan setelah melalui pemeriksaan dan penyesuaian dosis dapat memberikan hasil yang baik dengan efek samping yang relatif minimal.
“Saya sendiri pengalaman beberapa kali ya memberikan obat ereksi ke pria lansia, ditemukan hasilnya cukup baik, fungsi ereksinya sangat bagus dengan efek samping yang sangat minim sekali,” ucap dr. Jefry.
Sebelum memberikan obat, dokter akan melakukan evaluasi terhadap kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui riwayat penyakit, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta faktor lain yang perlu diperbaiki sebelum terapi diberikan.
“Karena ketika saya memberikan obat ereksi biasanya saya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu, saya lihat kira-kira kondisi lansia ini seperti apa, apakah ada kondisi yang perlu diperbaiki terlebih dahulu, lalu penyesuaian dari dosis obatnya,” kata dia.
Penyesuaian dosis menjadi salah satu bagian penting dalam terapi. Menurut dr. Jefry, dosis yang disesuaikan dengan kondisi pasien dapat membantu obat bekerja secara optimal sekaligus mengurangi risiko efek samping.
“Dengan kita melakukan penyesuaian yang tepat itu biasanya akan sangat membantu untuk memperbaiki fungsi ereksi,” ujarnya.
Dia juga meluruskan anggapan jika obat ereksi selalu berbahaya bagi jantung dan pembuluh darah. Menurut dr. Jefry, obat ereksi bekerja dengan membantu pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah menuju jaringan tubuh dapat meningkat.
“Bahkan sebetulnya ya obat ereksi ini dia dapat menjaga kesehatan pembuluh darah kita dan fungsi jantung. Karena apa? Dia menjaga supaya aliran darahnya ini lebih melebar sehingga jaringan kita pun menjadi lebih sehat,” ucapnya.
Meski demikian, penggunaan obat ereksi tetap perlu memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing pasien. Pria lansia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, terutama bila memiliki penyakit penyerta atau sedang mengonsumsi obat tertentu.
Pemeriksaan yang tepat dan pengawasan tenaga medis, terapi gangguan ereksi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Karena itu, jangan membeli atau mengonsumsi obat ereksi secara sembarangan hanya berdasarkan rekomendasi orang lain.









