Benarkah Berhubungan Seks saat Menstruasi Bisa Hamil?

Benarkah Berhubungan Seks saat Menstruasi Bisa Hamil?

Gaya Hidup | okezone | Selasa, 14 Juli 2026 - 02:05
share

JAKARTA – Masih banyak yang menganggap berhubungan intim saat menstruasi tidak mungkin menyebabkan kehamilan. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Meski peluangnya lebih kecil dibandingkan masa subur, kehamilan tetap dapat terjadi, terutama pada perempuan yang memiliki siklus haid pendek atau tidak teratur.

Selain berkaitan dengan risiko kehamilan, berhubungan intim saat menstruasi juga memiliki manfaat sekaligus sejumlah hal yang perlu diperhatikan, mulai dari kebersihan hingga risiko penularan infeksi.

Peluang hamil tetap ada

Melansir healthline, secara umum masa paling subur terjadi saat ovulasi, yaitu sekitar dua minggu sebelum menstruasi berikutnya. Namun, waktu ovulasi setiap perempuan bisa berbeda-beda tergantung panjang siklus menstruasinya.

Pada perempuan dengan siklus haid yang lebih pendek, ovulasi dapat terjadi tidak lama setelah menstruasi selesai. Di sisi lain, sperma mampu bertahan hidup di saluran reproduksi perempuan hingga sekitar lima hari. Kombinasi kedua kondisi tersebut membuat kehamilan tetap mungkin terjadi meski hubungan intim dilakukan saat haid.

Karena itu, pasangan yang belum merencanakan kehamilan tetap disarankan menggunakan kontrasepsi, seperti kondom, setiap kali berhubungan seksual.

Risiko yang perlu diperhatikan

Salah satu hal yang paling sering dikeluhkan saat berhubungan intim ketika menstruasi adalah darah haid yang dapat mengotori tubuh maupun seprai. Kondisi ini juga membuat sebagian orang merasa kurang nyaman atau kehilangan rasa percaya diri.

Selain itu, darah menstruasi juga dapat meningkatkan risiko penularan infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV, apabila salah satu pasangan terinfeksi. Penggunaan kondom menjadi salah satu cara efektif untuk membantu menurunkan risiko penularan penyakit tersebut.

Bagi pengguna tampon, sebaiknya tampon dilepas terlebih dahulu sebelum berhubungan intim. Jika dibiarkan, tampon dapat terdorong lebih dalam ke vagina dan berpotensi menimbulkan masalah yang memerlukan penanganan medis. Hal serupa juga berlaku pada beberapa jenis menstrual cup yang perlu dilepas sebelum berhubungan seksual.

Topik Menarik