5 Fakta Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan Tewaskan 3 Orang
MEDAN, iNews.id – Sejumlah fakta terungkap dalam kasus ledakan dahsyat di rumah mewah kompleks perumahan elite Grand Polonia, Jalan Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan.
Peristiwa yang menggegerkan masyarakat pada Senin (20/7/2026) sore itu, mengakibatkan tiga orang tewas dan tiga lainnya luka-luka.
Dahsyatnya ledakan juga merusak lima rumah di sekitar lokasi. Mobil mewah yang terparkir di depan rumah juga rusak parah.
Hasil penyelidikan sementara, pemicu ledakan diduga berasal dari kebocoran jaringan instalasi gas tanam milik PGN yang berada di area rumah tersebut.
Berikut deretan fakta yang terungkap dalam kasus rumah mewah meledak di Grand Polonia, Kota Medan.
5 Fakta Rumah Mewah Meledak di Grand Polonia Medan
1. Kronologi Rumah Mewah Meledak
Berdasarkan keterangan warga setempat, peristiwa mencekam yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB tersebut diawali dengan munculnya suara ledakan keras yang bersumber dari bagian dalam rumah dua lantai yang sedang direnovasi. Saat kejadian, pemilik rumah diketahui sedang tidak berada di lokasi.
Namun saat peristiwa itu terjadi, sejumlah pekerja bangunan tengah beraktivitas melakukan pembenahan interior maupun struktur rumah. Para pekerja yang berada di luar bangunan langsung berlari menyelamatkan diri begitu terjadi ledakan.
Sekitar empat orang pekerja bangunan yang berada di dalam area rumah dilaporkan belum berhasil keluar dan diduga kuat tertimbun material bangunan yang ambruk.
Seorang pekerja bangunan yang selamat meski mengalami luka-luka, Wiwi, membeberkan detik-detik sebelum bangunan dua lantai itu mendadak roboh.
Dia mengaku sempat melihat kilatan misterius dari dalam ruangan sebelum ledakan dahsyat merubuhkan struktur lantai dua tersebut.
"Sebelum terjadi ledakan keras, saya sempat melihat ada cahaya putih masuk ke dalam rumah. Setelah itu tiba-tiba ada suara ledakan dan bangunan langsung ambruk," ujar Wiwi, pekerja bangunan yang mengalami luka-luka, Senin (20/7/2026).
2. Korban Tewas Berjumlah 3 Orang
Dari total 6 korban yang terdata, 3 orang dinyatakan meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan material bangunan. Tiga korban tewas tersebut meliputi istri pemilik rumah, seorang perempuan yang diduga asisten rumah tangga (ART)/pengasuh anak, serta satu korban terakhir yang dievakuasi tim SAR gabungan setelah pencarian intensif.
3. Balita dan Kurir Lolos dari Maut
Sebanyak 3 korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka adalah orang tua pemilik rumah, anak pemilik rumah yang masih balita, serta seorang kurir yang kebetulan sedang melintas di depan lokasi saat ledakan dahsyat terjadi. Dua di antaranya harus menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit.
4. Proses Evakuasi Libatkan 400 Personel Gabungan
Proses pencarian dan evakuasi berlangsung rumit akibat tebalnya puing dan tingginya risiko runtuhan susulan. Sedikitnya 400 personel gabungan dari Basarnas, Polrestabes Medan, Pemadam Kebakaran, dan relawan diterjunkan ke TKP dengan menggunakan alat berat serta pembersihan manual hingga seluruh korban berhasil ditemukan.
5. Polisi dan PGN Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Kebocoran Gas Tanam
Pemicu sementara ledakan diduga kuat berasal dari kebocoran jaringan instalasi gas tanam milik Perusahaan Gas Negara (PGN) yang berada di area rumah. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengonfirmasi telah membentuk tim khusus bersama pihak PGN untuk melakukan olah TKP mendalam dan investigasi laboratorium guna memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian.










