Limbah Sepatu dan Sandal di Jombang Terbakar, Api dari Pembakaran Sisa Pakan Ternak

Limbah Sepatu dan Sandal di Jombang Terbakar, Api dari Pembakaran Sisa Pakan Ternak

Nasional | inews | Selasa, 21 Juli 2026 - 14:32
share

JOMBANG, iNews.id – Tumpukan limbah sepatu dan sandal di Dusun Ponggok, Desa Banjarsari, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dilalap api pada Selasa (21/7/2026). Kobaran api nyaris merembet ke pekarangan rumah warga sehingga memicu kepanikan di sekitar lokasi.

Api dengan cepat membesar karena membakar tumpukan limbah kain dan karet bekas produksi sepatu dan sandal. Warga yang khawatir api menjalar ke permukiman berupaya memadamkan kobaran secara manual sambil menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Komandan Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Jombang, Syamsul Bahri mengatakan, satu unit fire pumper truck dan satu unit supply truck beserta perlengkapannya diterjunkan ke lokasi untuk mengatasi kebakaran yang menghanguskan tumpukan limbah seluas sekitar 8 x 6 meter.

"Alhamdulillah, Kobaran api tidak sampai menjalar ke permukiman karena penanganan dilakukan cepat dan tepat. Penanganan berlangsung selama 30 menit," ujar Syamsul dikutip dari iNews Mojokerto.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga bermula saat Miftakul membakar sisa pakan ternak di dekat lokasi penyimpanan limbah. Tiupan angin yang cukup kencang membuat api dengan cepat merambat ke tumpukan limbah yang mudah terbakar.

Kapolsek Bandarkedungmulyo, Iptu Suraji menyampaikan bahwa anak pemilik rumah awalnya berniat membakar limbah sisa sebelum meninggalkan lokasi beberapa saat.

"Setelah sekitar 10 menit kemudian, putra pemilik rumah pergi keluar rumah sebentar. Setelah kembali ke rumah tiba-tiba sudah mendapati limbah sisa yang terbakar itu menjadi besar dan api menyala tinggi," kata Iptu Suraji.

Melihat kobaran api semakin membesar, anak pemilik rumah segera meminta bantuan warga untuk melakukan pemadaman. Namun, upaya tersebut tidak berhasil sehingga warga akhirnya meminta bantuan petugas Damkar.

Kapolsek memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Pemilik rumah juga menerima kejadian itu sebagai musibah akibat kelalaian sehingga tidak melanjutkan perkara ke proses hukum.

"Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah kebakaran tersebut. Pihak pemilik rumah menyadari kejadian tersebut terjadi murni karena kecerobohan putranya dan pemilik rumah memutuskan tidak melanjutkan laporan kejadian ini kepada proses hukum selanjutnya," ucapnya.

Topik Menarik