Sering Makan Sambil Main HP, Menkes Sebut Kebiasaan Paling Buruk Orang Indonesia
JAKARTA, iNews.id – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti kebiasaan makan sambil bermain handphone yang kini semakin sering dilakukan masyarakat. Menurut dia, kebiasaan tersebut merupakan cara makan paling buruk dibanding sejumlah pola makan lain yang umum dilakukan orang Indonesia.
Penilaian itu disampaikan Budi melalui unggahan di media sosial pribadinya saat membahas lima kebiasaan makan yang kerap dijumpai di tengah masyarakat. Dari seluruh kebiasaan tersebut, makan sambil menonton atau bermain handphone menjadi satu-satunya yang mendapat nilai 0 dari 10.
Menurut Budi, makan seharusnya dilakukan dengan penuh kesadaran atau mindful eating. Saat seseorang makan sambil menatap layar handphone, fokus akan terpecah sehingga perhatian tidak lagi tertuju pada makanan yang dikonsumsi.
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
“Makan sambil nonton YouTube 0/10. Makan itu ada yang namanya mindful eating. Jadi kalau makan tuh harus konsentrasi makan. Jangan dibiasain Ibu-ibu terutama kalau anak-anaknya makan sambil suruh nonton YouTube. Harusnya kalau makan ya fokus aja kita ke proses makan tersebut,” kata Budi, dikutip Kamis (4/6/2026).
Dia menilai kebiasaan tersebut juga kerap terjadi pada anak-anak. Tidak sedikit orang tua yang memberikan tontonan di handphone agar anak lebih mudah makan. Padahal, menurut Budi, cara tersebut justru tidak baik untuk membangun kebiasaan makan yang sehat sejak dini.
Selain makan sambil bermain handphone, Budi juga memberikan nilai rendah untuk kebiasaan makan sambil rapat. Aktivitas tersebut mendapat skor 2 dari 10 karena membuat seseorang tidak fokus terhadap makanan yang sedang disantap.
“Jadi kita enggak fokus ke makannya. Kadang-kadang kita makan, kadang-kadang kita meeting,” ujar dia.
Sementara itu, kebiasaan makan terburu-buru memperoleh nilai 3 dari 10. Budi mengingatkan pentingnya mengunyah makanan dengan baik sebelum ditelan agar proses makan berjalan optimal.
“Makan buru-buru, waktu kita SD diajarin bahwa kalau ngunyah harus 32 kali sebelum telat. Gimana coba bisa telat?,” ucap dia.
Di sisi lain, makan menggunakan tangan mendapat nilai 7 dari 10. Menurut Budi, cara makan tersebut boleh dilakukan selama kebersihan tangan tetap terjaga.
“Makan pakai tangan 7/10. Enak benar ya makan pakai tangan karena lekoh, tapi syaratnya harus cuci tangan yang bersih sebelum makam,” katanya.
Adapun nilai tertinggi diberikan kepada kebiasaan makan menggunakan sendok dan garpu. Cara makan tersebut memperoleh skor sempurna 10 dari 10 karena dinilai lebih bersih dan membantu seseorang tetap fokus pada makanan yang dikonsumsi.
“Makan dengan sendok garpu. Karena sudah bersih, langsung pakai alatnya dan kita jadi harus konsentrasi melihat sendoknya ngambil makanan apa,” tutur Budi.
Melalui penilaiannya itu, Budi mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan cara makan sehari-hari. Menurutnya, pola makan sehat bukan hanya ditentukan oleh jenis makanan yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana seseorang menikmati makanan dengan fokus dan penuh kesadaran.










