Eks ART Erin Wartia Buka Pintu Damai, Minta HP hingga Gaji 28 Hari Dikembalikan

Eks ART Erin Wartia Buka Pintu Damai, Minta HP hingga Gaji 28 Hari Dikembalikan

Gaya Hidup | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 21:13
share

JAKARTA, iNews.id – Perseteruan antara Erin Wartia Trigina dan mantan Asisten Rumah Tangga (ART)-nya, Herawati, memasuki babak baru. Setelah polemik yang mencuat ke publik terkait dugaan penganiayaan dan pencemaran nama baik, Herawati kini menyatakan bersedia berdamai dengan mantan majikannya.

Pernyataan tersebut disampaikan Herawati dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026) malam. Dia hadir bersama tim kuasa hukumnya yang dipimpin Deolipa Yumara.

Deolipa menilai konflik yang terjadi antara kedua pihak sejatinya masih dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Menurut dia, permasalahan tersebut berawal dari kesalahpahaman antara pemberi kerja dan pekerja rumah tangga.

"Saya menganggap ini sebenarnya persoalan yang masih bisa diselesaikan secara baik. Jadi ini artinya adalah kesalahpahaman biasa antara pemberi kerja dengan pekerja," ujar Deolipa Yumara.

Herawati juga mengaku tidak menutup kemungkinan untuk memaafkan Erin. Namun, dia berharap ada iktikad baik dari pihak mantan majikannya, terutama terkait hak-hak pribadi yang disebut masih berada di rumah Erin.

"Ya sebenarnya sih bersedia memaafkan, yang penting kan ada iktikad baiknya dari pihak sana, terus ya dikembalikanlah hak-hak saya," kata Herawati.

Dia kemudian merinci sejumlah barang dan hak yang ingin segera dikembalikan. Selain barang pribadi, Herawati juga meminta sisa upah kerjanya dibayarkan.

"Saya mintanya ya haknya saya, kayak handphone, gaji yang 28 hari gitu, sama baju saya, dompet saya kan masih ada di sana semua," tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum lainnya, Natalius Bangun, mengatakan perdamaian hanya bisa terwujud apabila kedua belah pihak sepakat untuk saling mencabut laporan polisi yang telah dibuat. Selain itu, hak-hak Herawati juga harus dipenuhi.

"Bilamana kemudian perdamaian yang dimaksud dapat disepakati, ya salah satunya tentu saling cabut laporan masing-masing, saling memaafkan, kemudian apa yang menjadi hak klien kami diberikan," tegas Natalius.

Meski membuka peluang damai, Herawati mengaku masih mengalami trauma akibat peristiwa yang terjadi. Dia mengaku belum siap kembali bekerja sebagai ART karena khawatir mengalami kejadian serupa di masa mendatang.

"Sangat trauma saya. Takutnya dapat majikan yang main tangan lagi. Saya belum siap kerja sekarang. Terus kayak udah malu, kan dia udah main buka-bukaan di media kan tentang kejelekan saya," kata Herawati.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Erin Wartia terkait tawaran perdamaian dan syarat yang diajukan oleh Herawati tersebut. Konflik yang sempat menjadi perhatian publik itu pun kini menunggu langkah lanjutan dari kedua belah pihak untuk menentukan apakah jalur damai dapat benar-benar terwujud.

Topik Menarik