Garam Ternyata Penting untuk Otak dan Jantung, Ini Bahayanya jika Kekurangan

Garam Ternyata Penting untuk Otak dan Jantung, Ini Bahayanya jika Kekurangan

Gaya Hidup | inews | Kamis, 4 Juni 2026 - 19:38
share

JAKARTA, iNews.id – Garam selama ini dikenal sebagai penyedap masakan yang hampir selalu hadir dalam makanan sehari-hari. Namun di balik fungsinya sebagai penambah cita rasa, garam ternyata memiliki peran penting dalam menjaga berbagai fungsi vital tubuh manusia.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Prof Agustino Zulys menjelaskan, tubuh manusia membutuhkan garam setiap hari agar dapat bekerja secara optimal.

“Setiap hari manusia itu butuh garam. Bahkan di dalam tubuh kita itu ada 100 sampai 250 gram garam yang itu dibutuhkan untuk proses berpikir kita,” kata Prof Zulys dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (4/6/2026).

Dia mengatakan, salah satu fungsi penting garam berkaitan dengan kerja otak. Menurutnya, aktivitas sel-sel saraf di dalam otak sangat bergantung pada keberadaan ion natrium yang berasal dari garam.

“Di dalam otak kita ini ada sel-sel saraf yang bekerja karena adanya ion-ion natrium salah satunya,” ujar dia.

Tak hanya berperan pada sistem saraf, garam juga menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi jantung. Prof Zulys menjelaskan, detak jantung yang teratur dipengaruhi oleh keseimbangan ion natrium dan kalium yang bekerja di dalam sel-sel jantung.

“Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita,” ucapnya.

Meski memiliki manfaat penting, konsumsi garam tetap harus dilakukan secara seimbang. Dia mengingatkan bahwa kelebihan maupun kekurangan garam sama-sama dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Konsumsi garam yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat mengganggu fungsi saraf dan jantung sehingga tidak bekerja secara optimal.

“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya,” kata Prof Zulys.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa garam bukan hanya sekadar penyedap makanan, tetapi juga komponen penting yang mendukung kerja otak, saraf, dan jantung. Karena itu, menjaga asupan garam dalam jumlah yang cukup dan tidak berlebihan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan tubuh.

Topik Menarik