Mentan Amran Tegaskan RI Swasembada Beras, Hanya Impor Khusus Basmati
JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan, Indonesia tidak lagi melakukan impor beras untuk kebutuhan konsumsi umum masyarakat. Amran menyebut, Indonesia Indonesia telah mencapai swasembada beras, khususnya untuk jenis beras medium.
Amran membantah anggapan bahwa pemerintah masih mengimpor beras dalam skala signifikan. Dia menjelaskan, impor hanya dilakukan untuk beras basmati yang tidak ditanam di Tanah Air.
"Kemudian (dibilang masih) ada impor, iya ini yang rancu. Ada impor 0,000 sekian persen, itu (beras khusus) basmati yang tidak ditanam di Indonesia. Tidak bisa tumbuh (di sini)," kata Amran dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).
Amran menambahkan, kondisi geografis dan iklim Indonesia tidak memungkinkan untuk memproduksi jenis beras tertentu, sehingga impor tetap dilakukan secara terbatas untuk memenuhi kebutuhan segmen khusus, bukan konsumsi massal.
Produsen Plastik Cari Alternatif Pemasok Bahan Baku Selain Timur Tengah, Pengiriman Bisa 50 Hari
Lebih lanjut, Amran menegaskan, yang dimaksud dengan swasembada adalah kemampuan memenuhi kebutuhan beras medium secara mandiri tanpa bergantung pada impor.
Sebelumnya, Amran mengungkapkan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) telah mencapai 5,1 juta ton, angka yang disebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dia menjelaskan, lonjakan stok berdampak pada keterbatasan kapasitas penyimpanan. Saat ini, kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton yang kini hampir terisi penuh.
Bahkan, pemerintah tengah menambah lagi kapasitas sewa sekitar 1 juta ton untuk mengantisipasi peningkatan stok dalam waktu dekat.










