Jumlah Penduduk RI Tembus 284,67 Juta Jiwa, Didominasi Milenial-Gen Z
JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 284,67 juta jiwa. Dari jumlah itu, mayoritas merupakan milenial hingga Gen Z.
Menurut Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti, kelompok usia produktif mendominasi penduduk Indonesia. Mereka terdiri atas barisan generasi muda mulai dari kelompok Milenial (kelahiran 1981-1996), Gen-Z (kelahiran 1997-2012), hingga generasi Post-GenZ (kelahiran 2013 ke atas).
Amalia menjelaskan, tumpukan penduduk juga belum bergeser dari Pulau Jawa. Tercatat, 55,65 persen dari seluruh warga Indonesia berada di Pulau Jawa.
Meski begitu, beban tanggungan atau rasio ketergantungan penduduk justru mulai merangkak naik. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencatat rasio ketergantungan kita kini berada di angka 45,05, yang secara sederhana berarti tiap 100 orang usia produktif harus menopang beban sekitar 45 orang dari kelompok nonproduktif.
“Kita perlu hati-hati sebab angka rasio ketergantungan mulai meningkat. Indonesia masih mengalami bonus demografi, namun kita sudah memasuki fase aging population karena proporsi penduduk lansia sudah berada di atas 10 persen, tepatnya 11,97 persen” ungkap Amalia dikutip Rabu (6/5/2026).
Sementara itu, angka kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) Indonesia saat ini terpantau semakin mendekati ambang batas replacement level di posisi 2,13, alias turun dari angka 2,18 pada pendataan LF SP2020.
Penurunan tingkat kelahiran ini secara khusus terjadi pada kelompok perempuan di usia muda, tepatnya di rentang umur 15–19 tahun serta 20–24 tahun. Di sisi lain, potret indikator kesehatan masyarakat justru memberikan sinyal perbaikan yang signifikan.
Hal ini terlihat dari angka kematian bayi (Infant Mortality Rate/IMR) yang melandai ke posisi 14,12 kematian per 1.000 kelahiran hidup, sebuah angka yang jauh lebih rendah ketimbang catatan LF SP2020. Penurunan ini bahkan menjadi pencapaian kualitas kesehatan yang semakin baik jika kita menilik data dari satu dekade belakangan.










