Ekonomi RI Tumbuh Kuat 5,61 Persen, Kepala Bappisus: Program Presiden Berhasil
JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen. Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menyebut capaian tersebut membuktikan program Presiden Prabowo Subianto berjalan dengan baik.
“Alhamdulillah ya sampai dengan saat ini juga sudah di-announce ya oleh Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi kita year on year 5,61 persen. Artinya seluruh program Bapak Presiden ya sampai dengan saat ini berjalan dengan baik dan lancar, alhamdulillah,” ucapnya di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Kepala Bappisus juga mengungkapkan, Prabowo memberikan arahan agar seluruh jajaran pemerintah terus memperkuat koordinasi serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh pihak.
Evaluasi terhadap program-program yang telah berjalan dinilai penting untuk memastikan efektivitas kebijakan pemerintah di tengah dinamika global.
Viral Innova dan Livina Kejar-kejaran di Tol bak Film Action, Polisi Belum Mau Ungkap Penyebabnya
“Saya mengharap ya kepada seluruh elite bangsa saat ini ya apalagi para akademisi, para pengamat ya, Bapak Presiden selalu membuka ruang untuk berkomunikasi, berdemokrasi, berdiskusi. Silakan menyampaikan kritik-kritik dengan cara-cara yang baik,” kata Aris.
Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis BPS, pertumbuhan ekonomi periode ini didorong secara signifikan oleh belanja pemerintah serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).
Kepala BPS, Amalia Adhininggar Widyasanti menjelaskan, meskipun konsumsi rumah tangga tetap menjadi motor utama dengan kontribusi 54,36 persen terhadap PDB, pertumbuhan tercepat justru datang dari sektor pengeluaran pemerintah.
Konsumsi pemerintah mencatatkan lonjakan pertumbuhan hingga 21,81 persen pada kuartal I 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh realisasi belanja pegawai serta pelaksanaan program sosial pemerintah.
"Komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi konsumsi pemerintah 21,81 persen. karena realisasi gaji ke 14 atau THR, belanja barang, dan jasa yang diserahkan ke masyarakat," kata Amalia.
Amalia merinci, pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) serta belanja barang dan jasa yang disalurkan kepada publik, termasuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).










