Rebalancing FTSE, Saham BSDE hingga SCMA Tertekan di Menit Akhir

Rebalancing FTSE, Saham BSDE hingga SCMA Tertekan di Menit Akhir

Ekonomi | idxchannel | Jum'at, 18 September 2026 - 20:54
share

IDXChannel - Puluhan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan harga yang cukup tajam, terutama menjelang penutupan sesi II perdagangan Jumat (18/9/2026). Volalititas harga saham-saham tersebut merupakan dampak dari rebalancing FTSE Russell pada hari ini.

Salah satunya saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) yang mengalami penurunan bobot alias turun kasta dari Mid Cap ke Micro Cap. Harga saham properti milik Sinarmas ini melemah 5,47 persen ke Rp605.

Saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) juga mengalami kondisi serupa setelah turun kelas dari Small Cap ke Micro Cap. Saham emiten media itu melemah 6,12 persen ke Rp184.

Pelemahan saham-saham itu tak terlepas dari batas akhir (deadline) rebalancing FTSE yang membuat manajer investasi menyesuaikan portofolionya sesuai indeks FTSE. Proses rebalancing itu tercermin dari rontoknya harga bersamaan di menit-menit akhir penutupan (pre-closing).

Namun, tidak semua saham mengalami hal serupa karena perbedaan likuiditas harian dan nilai kapitalisasi pasar. Saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) yang keluar dari Small Cap terkoreksi 1,75 persen ke Rp1.960.

Fenomena saham-saham yang keluar dari FTSE Micro Cap justru relatif terkendali. Di antaranya PT Intiland Development Tbk (DILD) dan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) yang bergerak stagnan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sendiri ditutup melemah 0,33 persen ke 6.441,16 poin. Meski di zona merah, pergerakan indeks relatif terjaga di menit-menit akhir, mencerminkan bahwa tekanan pada saham-saham yang terdampak FTSE tak terlalu berpengaruh pada IHSG.

Di pasar reguler, asing tercatat melakukan penjualan sebesar Rp1,78 triliun. Meski disumbang saham-saham yang turun kelas atau terdepak dari FTSE, porsi terbesar tetap didominasi oleh saham saham blue-chip.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang terbesar terdampak aksi jual asing hari ini sebesar Rp355,1 miliar, diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp217,7 miliar dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp200,8 miliar.

Terkait FTSE, saham BSDE menjadi yang paling terdampak karena turun kelas dari Mid Cap ke Micro Cap. Sementara saham yang turun dari Small Cap ke Micro Cap ada 10 saham di antaranya PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB), PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), dan PT MDS Retailing Tbk (LPPF).

Selain itu, ada 29 saham yang keluar dari indeks FTSE di antaranya PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), dan PT Trans Power Marine Tbk (TPMA).

(Rahmat Fiansyah)

Topik Menarik