JTIC Indonesia-Malaysia Hasilkan Lima Komitmen Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Ini Rinciannya
IDXChannel - Joint Trade and Investment Committee (JTIC) Indonesia-Malaysia menghasilkan lima komitmen dalam memperkuat kerja sama ekonomi, mulai dari perdagangan dan investasi hingga perdagangan perbatasan, akses pasar, e-commerce, pertanian, halal, dan standardisasi.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, pertemuan JTIC menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai kerja sama dan kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Malaysia dapat terus ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.
"JTIC Indonesia-Malaysia merupakan forum bilateral yang dibentuk untuk memperkuat kerja sama Indonesia dan Malaysia di bidang perdagangan dan investasi, sekaligus menjadi wadah bagi kedua negara untuk membahas berbagai isu, tantangan, dan peluang yang menjadi kepentingan bersama," kata Menteri yang akrab disapa Busan tersebut dalam konferensi pers, Jakarta, Kamis (3/9/2026).
"Pertemuan JTIC juga menjadi bagian penting dari upaya kita untuk memastikan berbagai kerja sama dan kesepakatan bilateral dapat terus ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujarnya.
Budi menjelaskan, komitmen pertama adalah memperkuat kerja sama perdagangan dan investasi bilateral Indonesia-Malaysia, termasuk melalui berbagai mekanisme bilateral yang relevan. Kedua negara juga berkomitmen mengimplementasikan Perjanjian Perdagangan Perbatasan atau Border Trade Agreement.
"Komitmen bersama kami untuk mengimplementasikan Border Trade Agreement secara efektif, serta melanjutkan upaya memfasilitasi perdagangan lintas batas dan mendukung konektivitas ekonomi, khususnya di kawasan perbatasan Entikong-Tebedu," kata Busan.
Selanjutnya, kedua negara membahas akses pasar dan fasilitasi perdagangan, termasuk untuk produk pertanian dan pangan. Pembahasan tersebut diarahkan untuk menyelesaikan berbagai isu yang masih tertunda sekaligus mempermudah arus perdagangan bilateral.
Komitmen keempat, kata Busan, berkaitan dengan penguatan kerja sama investasi dan upaya menciptakan iklim investasi yang kondusif di kedua negara. Sedangkan komitmen yang kelima, mencakup keberlanjutan kerja sama di sejumlah bidang yang menjadi kepentingan bersama, seperti perdagangan elektronik atau e-commerce, pertanian, urusan halal, dan standardisasi.
"Kami yakin bahwa hasil-hasil ini akan semakin memajukan hubungan perdagangan dan investasi bilateral serta memperdalam kerja sama ekonomi antara kedua negara," ujar dia.
Sementara itu, Menteri Investasi, Perdagangan, dan Industri Malaysia Datuk Seri Johari Abdul Ghani menilai penguatan kerja sama investasi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus didorong oleh Indonesia dan Malaysia.
Menurutnya, kedua negara perlu melihat kerja sama investasi secara lebih dekat dan memastikan hubungan bisnis Indonesia-Malaysia semakin erat.
"Kerja sama investasi antara kedua negara merupakan hal yang penting dan kini mulai kami lihat secara lebih dekat. Kami ingin memastikan bahwa kami dapat bekerja sama dengan Indonesia secara erat, terutama karena kedua pemimpin kita, Presiden Indonesia dan Perdana Menteri Malaysia, merupakan sahabat yang sangat dekat. Di tingkat saya dan tingkat menteri, kami ingin meningkatkan kerja sama investasi ini," kata Busan.
(Dhera Arizona)









