Rosan Sebut Investasi Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2026
IDXChannel - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani menyebut, investasi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I-2026.
Rosan mengungkapkan, kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 32 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 1,8 persen poin dari total pertumbuhan ekonomi nasional.
"Sektor investasi menjadi salah satu penggerak utama dengan kontribusi sekitar 32 persen, atau setara dengan sekitar 1,8 persen poin dari total pertumbuhan ekonomi. Kontribusi ini lebih tinggi dibandingkan tren sebelumnya yang berada di kisaran 28-29 persen," katanya dalam postingan di akun Instagram @rosanroeslani, Rabu (6/5/2026).
Dia menilai, peningkatan peran investasi mencerminkan kepercayaan pelaku usaha yang tetap terjaga di tengah dinamika global. Selain itu, realisasi berbagai proyek strategis turut memperkuat kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional.
Menurut Rosan, kebijakan hilirisasi industri serta perbaikan iklim usaha juga menjadi faktor penting yang menopang kinerja investasi. Bahkan, meningkatnya kontribusi investasi dinilai menunjukkan adanya pergeseran struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia ke arah yang lebih produktif.
"Meningkatnya kontribusi investasi juga menandakan pergeseran struktur pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin produktif. Kami akan terus menjaga momentum ini melalui percepatan perizinan, konsistensi kebijakan, serta penguatan ekosistem investasi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan dan berkualitas," ujarnya.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi RI di kuartal pertama 2026 ini mencapai 5,61 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih tinggi dibanding sejumlah negara seperti China, Singapura, Korea Selatan, Arab Saudi, hingga Amerika Serikat.
"Pertumbuhan kita yang 5,61 persen ini adalah tumbuh di atas beberapa negara G20. Memang dari G20 ini yang belum keluar India, tetapi di antara negara yang keluar termasuk China, Singapura, Korsel, Arab Saudi, Amerika Serikat, kita yang tertinggi," kata Airlangga.
(DESI ANGRIANI)









