Bapanas Pastikan Ketersediaan Beras dan Minyak Goreng Nasional Memadai

Bapanas Pastikan Ketersediaan Beras dan Minyak Goreng Nasional Memadai

Terkini | idxchannel | Rabu, 6 Mei 2026 - 18:54
share

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan ketersediaan beras dan minyak goreng secara nasional sangat memadai, bahkan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) semakin melangit.

"Sekarang ini stok kita untuk (cadangan) beras 5,2 juta ton," kata Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman yang juga Menteri Pertanian dikutip Rabu (6/5/2026).

Dalam catatan Bapanas, selama triwulan pertama tahun ini yaitu Januari sampai Maret 2026, program bantuan pangan masih dijalankan Perum Bulog. 

Januari dan Februari merupakan perpanjangan dari 2025 dan Maret menjadi permulaan bantuan pangan beras dan minyak goreng dengan anggaran tahun 2026.

Selama triwulan pertama ini, total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah menerima bantuan pangan mencapai 1,85 juta KPM dengan total beras 37,1 juta kilogram dan 7,4 juta liter minyak goreng.

Realisasi tersebut terdiri dari Januari dan Februari yang telah disalurkan ke 992,8 ribu KPM dan Maret yang telah berhasil menyasar 864 ribu KPM.

Untuk pelaksanaan bantuan pangan di 2026, Bapanas sendiri telah memberikan kebijakan perpanjangan batas waktu penyaluran bantuan pangan hingga 31 Mei. Ini berasal dari permohonan perpanjangan waktu yang diajukan oleh Perum Bulog pada akhir Maret 2026 lalu. 

Semula program bantuan pangan ini merupakan periode Februari dan Maret. Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memberi penjelasan tentang swasembada pangan yang diraih Indonesia. Dalam arahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan bukan impian lagi karena telah tercapai.

"Presiden kita luar biasa, ini selesai semua. Mimpi kita swasembada selesai. Definisi swasembada selesai. 11 komoditas sesuai Perpres 125 tahun 2022, inilah pangan kita yang harus dijaga. Dari pangan ini, produksi kita 73 juta ton dan kebutuhan kita 68 juta ton, yang kita impor adalah hanya 3 komoditas," kata Kepala Bapanas Amran .

"Total impor ini 3,5 juta ton. 3,5 juta ton kalau dibagi 68 juta ton itu 4,9 persen. 4,9 persen itu di bawah standar FAO. Jadi substansi pangan adalah karbohidrat dan protein. Karbohidrat swasembada, protein swasembada. Ayam kita ekspor, telur kita ekspor. Minyak goreng, kita memenuhi kebutuhan dunia," kata Amran.

Untuk itu, visi Indonesia menjadi lumbung pangan dunia memungkinkan untuk diwujudkan. Faktor geografis dan sumber daya alam menjadi modal besar Indonesia yang tidak dimiliki negara-negara lainnya.

"Ini dunia bisa kita genggam. Kenapa? Indonesia subur, khatulistiwa lewat di kita. Negara lain krisis air, kita air tumpah. Bahan baku, energi dengan pangan, dilempar tumbuh. Dulu dunia menyerang ke Indonesia karena rempah-rempah, bukan tambang. Itulah saatnya nanti Indonesia tinggal landas, menjadi super power dan kita bisa mendikte negara lain," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Topik Menarik