Marinir AS Membunuh dan Merampok Wanita di Okinawa, Jepang Protes

Marinir AS Membunuh dan Merampok Wanita di Okinawa, Jepang Protes

Global | sindonews | Senin, 5 Oktober 2026 - 10:46
share

Seorang anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) telah ditangkap pihak berwenang Jepang atas tuduhan pembunuhan dan perampokan terhadap seorang wanita di Okinawa. Kasus ini telah memicu kemarahan Gubernur Okinawa yang baru terpilih, Genta Koja.

Korban, yang diidentifikasi sebagai Anna Yagi (39), ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di Naha, ibu kota prefektur tersebut, pada hari Sabtu.

Baca Juga: Pernah Dibom Atom AS, Jepang Kini Buka Wacana Miliki Senjata Nuklir

Okinawa merupakan lokasi bagi sejumlah instalasi militer utama Amerika dan puluhan ribu personel militer AS.

Kopral Dua Devin Jacob Ballard (20), yang bertugas di Pangkalan Udara Korps Marinir Futenma di Ginowan, dituduh mencekik Yagi serta mencuri dompet dan tas punggungnya. Prajurit Amerika itu telah membantah tuduhan tersebut.

Rekaman pengawas atau CCTV memperlihatkan seorang pria yang diyakini sebagai Ballard memasuki hotel bersama Yagi, lalu keluar sendirian sambil membawa barang-barang yang tampak seperti milik korban. Polisi menemukan keberadaan Ballard di kawasan hiburan pada Sabtu malam.Korps Marinir AS mengonfirmasi bahwa Ballard ditugaskan di Pasukan Ekspedisi Marinir III (III Marine Expeditionary Force) dan menyatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak berwenang Jepang.

"Kasus ini memberikan guncangan besar dan menambah ketakutan bagi warga Okinawa yang selama ini terpaksa hidup berdampingan dengan pangkalan militer AS," ujar Gubernur Okinawa yang baru terpilih, Genta Koja, kepada para wartawan.

"Hal ini sama sekali tidak dapat dimaafkan, dan kami sangat marah," katanya lagi, seperti dikutip dari Russia Today, Senin (5/10/2026).

"Harus saya katakan, disiplin dan pendidikan bagi pasukan sama sekali tidak berjalan efektif," imbuh dia, merujuk pada langkah-langkah yang diterapkan militer AS menyusul serangkaian kasus kekerasan seksual yang melibatkan personel Amerika di pulau tersebut.

Pemerintah Jepang melayangkan protes resmi kepada Washington pada hari Minggu. Perdana Menteri Sanae Takaichi menuntut kerja sama penuh dalam penyelidikan, disiplin yang lebih ketat di kalangan personel Amerika, serta "langkah-langkah menyeluruh" untuk mencegah insiden serupa."Terjadinya insiden yang sangat brutal dan keji ini sungguh sangat disesalkan," tulisnya di platform X, sembari menyampaikan simpati kepada keluarga korban.

Menteri Luar Negeri Toshimitsu Motegi memanggil Duta Besar AS George Glass, yang kemudian berjanji akan memberikan kerja sama penuh dalam penyelidikan tersebut.

Menurut pemerintah prefektur Okinawa, wilayah Okinawa hanya mencakup 0,6 dari total wilayah Jepang, namun menampung 70,3 dari luas lahan fasilitas militer AS di Jepang yang digunakan secara eksklusif oleh pasukan Amerika.

Kekhawatiran mengenai tindak kriminal, kebisingan pesawat, dan polusi telah memicu penentangan yang sudah berlangsung lama terhadap keberadaan pangkalan-pangkalan tersebut.

Kasus penculikan dan pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 12 tahun oleh tiga anggota militer AS pada tahun 1995 pernah memicu protes massal. Demonstrasi menentang keberadaan militer AS juga terus berlanjut, termasuk unjuk rasa pada tahun 2018 yang diperkirakan diikuti oleh 70.000 orang.

Pada Juni 2024, Tokyo secara resmi melayangkan protes terkait dua dugaan kekerasan seksual yang melibatkan personel Amerika serta keterlambatan dalam pengungkapan kasus-kasus tersebut. Korps Marinir AS kemudian meningkatkan pemeriksaan kadar alkohol dan patroli di luar pangkalan, sementara Pasukan AS di Jepang (US Forces Japan) melarang anggotanya mengunjungi tempat minum di luar pangkalan antara pukul 01.00 hingga 05.00 pagi.

Meskipun langkah-langkah tersebut telah diambil, muncul lagi dugaan kekerasan seksual yang melibatkan personel Amerika. Pada bulan Januari 2025, Kepala Sekretaris Kabinet saat itu, Yoshimasa Hayashi, mendesak Pasukan AS di Jepang untuk memperketat disiplin dan mengambil tindakan lebih tegas guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Topik Menarik