Ditekan Oposisi dan Sekutu Kabinat, Anwar Ibrahim Pertimbangkan Pemilu yang Dipercepat
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan bahwa ia terbuka untuk mempertimbangkan seruan agar pemilihan umum diadakan lebih awal, di tengah desakan dari pihak oposisi dan bahkan dari wakil perdana menterinya sendiri dalam pemerintahan persatuan.
Namun, Anwar menegaskan bahwa keputusan apa pun baru akan diambil setelah pertimbangan matang, sebelum diajukan kepada Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, untuk pembubaran parlemen.
"Saya bisa mempertimbangkan saran-saran tersebut. Namun, keputusan akan saya ambil setelah saya memikirkannya. Kemudian, saya akan menyampaikannya kepada Yang di-Pertuan Agong," ujarnya seperti dikutip oleh media lokal New Straits Times (NST).
Anwar menanggapi seruan untuk mengadakan pemilu dini yang datang dari Wakil Perdana Menteri Ahmad Zahid Hamidi—yang berasal dari koalisi Barisan Nasional (BN)—serta dari Abdul Hadi Awang, presiden Parti Islam Se-Malaysia (PAS).
PAS merupakan partai komponen dalam koalisi oposisi Perikatan Nasional (PN), yang sempat bekerja sama dengan BN dalam pemilihan negara bagian Negeri Sembilan baru-baru ini. PAS juga telah menginstruksikan para pendukungnya untuk memilih BN dalam pemilihan negara bagian Johor yang diselenggarakan pada bulan Juli. Pemilihan Umum ke-16 (GE16) Malaysia harus diselenggarakan paling lambat Februari 2028.
Anwar menjanjikan reformasi dan menegaskan kembali kebijakan berbasis kebutuhan dalam kongres partai setelah kemunduran dalam pemilihan umum
Pemerintahan persatuan Anwar terdiri dari koalisi Pakatan Harapan (PH) miliknya, BN, serta koalisi-koalisi yang berbasis di wilayah Borneo.
Meskipun menjadi bagian dari pemerintahan persatuan, BN sempat bertarung sendiri dalam pemilihan negara bagian Johor dan membentuk aliansi dengan PN selama pemilihan negara bagian Negeri Sembilan. Empat anggota dewan dari Democratic Action Party (DAP)—yang merupakan bagian dari PH—juga menarik dukungan mereka terhadap pemerintah negara bagian Melaka, yang dipimpin oleh seorang Ketua Menteri dari BN.
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Sudah Tiba di Timur Tengah untuk Perang Melawan Iran
Menyusul pemilihan negara bagian Negeri Sembilan, para pemimpin BN dan PN menyatakan bahwa pembicaraan mengenai kesepakatan pemilu di Melaka akan segera dimulai; pemilihan di wilayah tersebut harus dilaksanakan paling lambat Februari tahun depan.Di tengah pertimbangan mengenai opsi pemilihan umum lebih awal, Anwar pada hari Jumat mengatakan bahwa fokus utama pemerintahannya saat ini adalah ekonomi, kesejahteraan rakyat, serta upaya membersihkan negara dari korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.
"Bagi saya, inilah fokus-fokus pentingnya. Mengingat situasi saat ini, pemerintah tetap stabil, dan kita harus berkonsentrasi pada hal-hal tersebut," ujarnya seperti dikutip.
Ia menegaskan bahwa mereka yang memegang tanggung jawab publik dan memiliki rekam jejak bersih tidak perlu takut terhadap penyelidikan oleh badan penegak hukum, termasuk Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC), kepolisian, dan Lembaga Hasil Dalam Negeri (LHDN).
Nasib Pria Kosovo: Jadi Mata-mata CIA hingga Menyusup ke al-Qaeda, tapi Kini Bakal Diusir AS
Pada hari Rabu, Ketua BN Zahid mengatakan bahwa akan "lebih baik" jika GE16 diselenggarakan lebih awal. Namun, ia menambahkan bahwa koalisi yang dipimpin oleh United Malays National Organisation (UMNO) tersebut juga siap jika Anwar memilih untuk menyelesaikan masa jabatan penuh lima tahun pemerintahan. Surat kabar Malaysia, Berita Harian, melaporkan pernyataannya bahwa BN harus bersiap menghadapi pemilihan umum nasional berikutnya dengan menanggapi aspirasi masyarakat serta memastikan koalisi tersebut tetap relevan secara politik.
Menyinggung soal apakah BN lebih memilih bekerja sama dengan PH atau PN, Zahid menegaskan bahwa koalisinya harus terlebih dahulu mempertimbangkan berbagai keuntungan dan kerugiannya."Kami bersedia maju sendiri dalam pemilihan negara bagian Johor karena kondisi lanskap politik di sana, namun untuk Negeri Sembilan, kami merasa menjalin aliansi akan lebih menguntungkan," ujarnya.
"Keuntungan politik adalah hal yang kami perhitungkan dalam menentukan langkah negosiasi."
Meskipun ada seruan untuk mengadakan pemilihan umum lebih awal, BN menyatakan tetap berkomitmen terhadap pemerintahan persatuan dan stabilitas politik Malaysia.
Sekretaris Jenderal BN, Zambry Abd Kadir—yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Tinggi—menambahkan bahwa desakan BN untuk pemilu lebih awal tidak boleh ditafsirkan sebagai keyakinan bahwa koalisi tersebut akan secara otomatis kembali memegang kekuasaan di tingkat federal.
"Isu mengenai upaya menggulingkan pemerintahan ('tebuk atap') sama sekali tidak relevan karena kami berkomitmen untuk mempertahankan pemerintahan ini hingga tanggal pemilihan diumumkan," demikian kutipan pernyataannya oleh The Star.Secara terpisah, Hadi menyatakan bahwa PAS siap menghadapi Pemilu ke-16 (GE16), kapan pun pelaksanaannya nanti.
"Kami sedang mempersiapkan GE16 dan, insya Allah, kami siap dalam hal kandidat kami.
"Terserah pemerintah kapan GE16 akan diadakan. Kami tidak masalah jika diadakan lebih cepat atau lebih lambat karena kami telah mengalami keduanya. Di Malaysia, kami tidak diberitahu sebelumnya, tidak seperti negara lain," katanya seperti dikutip oleh NST.





