Pesawat Militer Jatuh di Permukiman, 17 Orang Tewas, Termasuk 2 Jenderal

Pesawat Militer Jatuh di Permukiman, 17 Orang Tewas, Termasuk 2 Jenderal

Global | sindonews | Minggu, 27 September 2026 - 08:00
share

Sebuah pesawat militer Republik Demokratik Kongo (DRC) telah jatuh di area permukiman wilayah barat daya negara tersebut pada hari Jumat. Sebanyak 17 orang tewas, termasuk dua jenderal.

Pesawat itu sedang dalam perjalanan menuju ibu kota Kinshasa dari Kota Kikwit, wilayah barat daya DRC. Namun, pesawat mengalami masalah teknis dan berupaya melakukan pendaratan di Kenge, Provinsi Kwango.

Baca Juga: Jet Tempur F-16 AS Jatuh, Diduga Tabrak Burung

“Karena tidak tersedia landasan untuk mendarat di Kenge, pesawat tersebut jatuh ke sebuah area permukiman,” kata Wakil Gubernur Kwango Remy Saki Bokinda. Dia menambahkan, pesawat terbakar setelah menghantam tanah.

Pada hari Sabtu, Saki Bokinda mengatakan bahwa jumlah korban tewas bertambah dari laporan awal sebanyak 13 orang. “Kami menemukan 16 jenazah orang dewasa dan satu jenazah bayi, sehingga totalnya menjadi 17 orang,” katanya.

Dia menjelaskan, jumlah korban diperbarui setelah api yang membakar bangkai pesawat berhasil dipadamkan.Dalam sebuah pernyataan, militer Kongo mengatakan dua jenderal yang sedang menjalankan misi resmi termasuk di antara korban tewas.

Keduanya adalah Letnan Jenderal Joseph Mutombo, presiden pertama Pengadilan Tinggi Militer, dan Letnan Jenderal Lucien-Rene Likulia, auditor jenderal militer.

Kantor kepresidenan Kongo melalui unggahan di media sosial mengatakan Presiden Felix Tshisekedi telah memerintahkan pihak berwenang terkait untuk melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengetahui secara pasti kondisi dan penyebab kecelakaan tersebut.

"Tshisekedi juga menyampaikan belasungkawa yang paling tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih para korban, serta kepada seluruh aparat keamanan," kata kantor tersebut, seperti dilansir dari Al Jazeera, Minggu (27/9/2026).

Menurut Saki Bokinda, pesawat kecil yang jatuh tersebut dioperasikan oleh Tracep Congo Aviation.Kementerian Transportasi Kongo mengatakan seluruh operasi perusahaan tersebut telah dihentikan di seluruh negeri hingga penyelidikan oleh Biro Permanen Investigasi Kecelakaan dan Insiden Penerbangan selesai.

Republik Demokratik Kongo merupakan negara luas dan kaya mineral di Afrika Tengah yang telah mengalami konflik selama beberapa dekade, terutama di sepanjang perbatasan timurnya dengan Rwanda.

Sejumlah kelompok bersenjata saling bersaing untuk menguasai wilayah pertambangan yang bernilai tinggi di kawasan tersebut.

Militer Kongo juga telah memerangi sejumlah kelompok bersenjata yang sejak tahun lalu menguasai sejumlah kota penting di negara tersebut.

Topik Menarik