Aliansi Mekkah Akan Bantu Saudi Memerangi Houthi, Perang Besar Bisa Pecah!
Para petinggi militer Arab Saudi, Pakistan, dan Turki menegaskan kembali komitmen mereka untuk membela keamanan, kedaulatan, dan integritas wilayah Kerajaan tersebut.
Sebuah pertemuan mendesak diadakan di Riyadh, mempertemukan ketiga negara tersebut di tengah serangan berulang yang dialami Arab Saudi dari milisi yang didukung Iran di Irak dan Yaman.
Pertemuan hari Jumat tersebut bertujuan untuk meninjau Aliansi Pertahanan Mekkah, menurut keterangan hasil pertemuan. Aliansi tersebut menetapkan bahwa "serangan terhadap salah satu negara merupakan serangan terhadap semua pihak."
Pada hari Jumat, para petinggi militer membahas cara-cara untuk "segera mulai" mewujudkan komitmen mereka menjadi kerja sama militer yang efektif.
Mereka juga memuji kewaspadaan dan profesionalisme Angkatan Bersenjata Saudi dalam menjamin keselamatan warga negara dan penduduk serta [keamanan] Kerajaan...Mereka juga membahas persiapan pertemuan mendesak para kepala staf militer dari ketiga negara, yang akan mengkaji cara-cara untuk mendukung Arab Saudi berdasarkan pakta pertahanan tersebut.
Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Aliansi Pertahanan Mekkah pada bulan Agustus. Pakta tersebut menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap ketiga negara tersebut. Ketiga negara telah mengadakan pertemuan pertama Komite Strategis Politik dan Pertahanan dari kesepakatan itu di Istanbul pada 31 Agustus dan sepakat untuk membentuk sekretariat umum di Arab Saudi.
Konsultasi terbaru ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) oleh kelompok Houthi terhadap Arab Saudi, termasuk upaya menargetkan Mekkah serta serangan terhadap infrastruktur sipil dan ekonomi.
Perang Siber Memanas, Hacker China Dituduh Bobol Bank Sentral hingga Infrastruktur Vital AS
Para menteri luar negeri juga menekankan pentingnya hukum internasional, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan kebebasan navigasi maritim, sembari menegaskan kembali dukungan mereka terhadap upaya meredakan ketegangan regional dan mencapai solusi damai bagi konflik yang sedang berlangsung.Terbaru, dua pesawat nirawak dan dua rudal yang diluncurkan oleh kelompok Houthi yang didukung Iran ke arah Arab Saudi berhasil dicegat. Demikian disampaikan juru bicara Koalisi Pendukung Legitimasi di Yaman, Mayor Jenderal Turki al-Malki, pada hari Sabtu.
Rudal-rudal tersebut ditujukan ke Khamis Mushait, sementara drone-drone itu diarahkan ke Riyadh.
Dewan Keamanan PBB sebelumnya mengecam eskalasi serangan tersebut, seraya mencatat bahwa serangan-serangan itu telah melukai "warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak."
Jasem Mohamed Albudaiwi, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), mengecam serangan Houthi pada hari Sabtu.
"Eskalasi berbahaya ini merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Kerajaan serta menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan dan keselamatan warga sipil maupun stabilitas kawasan," ujarnya dalam sebuah pernyataan.Albudaiwi juga mendesak masyarakat internasional untuk "mengambil sikap tegas" guna menghentikan serangan tersebut dan meminta pertanggungjawaban pihak Houthi.
Pada hari Jumat, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, menyerukan mobilisasi umum untuk melawan serangan ofensif Houthi.
Serangan-serangan ini merupakan yang terbaru dalam rangkaian eskalasi serangan Houthi sejak bulan Juli, saat permusuhan yang kembali berkobar memutus gencatan senjata yang telah berlangsung bertahun-tahun dan menyeret Yaman ke dalam konflik Timur Tengah yang lebih luas.






