7 Negara Muslim Ini Tidak Walk Out saat PM Netanyahu Berpidato di Sidang PBB
Delegasi dari hampir 70 negara melakukan aksi walk-out (keluar ruangan) dari aula Majelis Umum PBB atau membiarkan kursi mereka kosong pada hari Kamis saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memulai pidatonya, sebagai bentuk protes massal terhadap genosida Israel di Gaza dan serangan-serangannya di kawasan tersebut.
Sidang Majelis Umum PBB ke-81 menunjukkan puluhan delegasi meninggalkan ruangan secara bersamaan setelah Netanyahu mendekati podium.
Beberapa negara menyisakan satu perwakilan atau diplomat junior, sementara negara lain sama sekali tidak menghadiri pidato tersebut.
Turki, Palestina, Tunisia, Suriah, Aljazair, Yaman, Mesir, Irak, Arab Saudi, Yordania, Iran, Qatar, Lebanon, Malaysia, Indonesia, dan Kuwait termasuk di antara negara-negara yang perwakilannya bergabung dalam aksi protes tersebut.
Delegasi dari Spanyol, Brasil, Peru, Kuba, Nigeria, Ghana, Libya, Bangladesh, Afghanistan, Oman, Niger, Madagaskar, Botswana, Bahama, Antigua dan Barbuda, Tanjung Verde (Cabo Verde), serta beberapa negara lainnya juga melakukan aksi walk-out atau tidak hadir.Perang Siber Memanas, Hacker China Dituduh Bobol Bank Sentral hingga Infrastruktur Vital AS
Aksi protes ini terjadi di tengah kecaman internasional yang terus berlanjut terhadap serangan Israel di Gaza, kebijakannya di Tepi Barat yang diduduki, serta serangannya terhadap Lebanon dan Suriah.
Sebuah Komisi Penyelidikan Internasional Independen PBB menyimpulkan pada bulan September 2025 bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Israel telah menolak temuan tersebut.
Netanyahu juga menjadi subjek surat perintah penangkapan dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang diterbitkan pada 21 November 2024, atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.
7 Negara Muslim Ini Tidak Walk Out saat PM Netanyahu Berpidato di Sidang PBB
1. Uni Emirat Arab (UEA)
Delegasi dari Uni Emirat Arab dan Bahrain, yang telah menormalisasi hubungan dengan Israel melalui Kesepakatan Abraham (Abraham Accords), juga tetap duduk di tempat mereka.2. Bahrain
3. Azerbaijan
4. Kazakhstan
5. Maroko
6. Senegal
7. Albania
Negara-negara lain yang hadir saat pidato tersebut berlangsung antara lain Australia, Austria, Kanada, Portugal, Polandia, Denmark, Rumania, Slovakia, Estonia, Lituania, Luksemburg, Islandia, Azerbaijan, Kazakhstan, Meksiko, Kenya, dan El Salvador.Perwakilan dari AS, Jerman, Argentina, Hungaria, Serbia, Ukraina, Ceko, dan Yunani tetap berada di aula Majelis Umum selama pidato Netanyahu berlangsung.
Inggris, Prancis, Irlandia, Belgia, dan Norwegia—yang hubungan diplomatiknya dengan Israel mengalami ketegangan meningkat akibat isu Gaza—juga tetap menempatkan perwakilan mereka di dalam ruangan, begitu pula delegasi Uni Eropa.
Tiongkok, yang telah berulang kali mengkritik tindakan Israel di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, diwakili oleh satu orang diplomat.






