Ketika Koruptor Kaya Minta Donasi, Penggalangan Dana Rp219 Miliar untuk Najib Razak Banjir Cibiran

Ketika Koruptor Kaya Minta Donasi, Penggalangan Dana Rp219 Miliar untuk Najib Razak Banjir Cibiran

Global | sindonews | Jum'at, 25 September 2026 - 09:54
share

Penggalangan dana untuk membantu membayar denda mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Najib Razak sebesar RM50 juta (Rp219 miliar, kurs: Rp4.398/RM) menjadi sasaran ejekan dan cibiran publik. Bagi para pengkritik, Najib adalah koruptor kaya dan jadi ironi ketika warga biasa diminta patungan untuknya.

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Iskandar, pada Jumat pekan lalu memberikan “pengampunan bersyarat” kepada Najib. Keputusan tersebut memungkinkan mantan perdana menteri yang kini dipenjara itu menyelesaikan masa hukumannya di rumah dengan syarat terlebih dahulu membayar denda yang dijatuhkan kepadanya, yakni RM50 juta.

Baca Juga: Protes karena Najib Razak Diampuni, Menteri Transportasi Malaysia Mundur

Sebagai respons terhadap keputusan kerajaan tersebut, UMNO (United Malays National Organisation), partainya Najib, meluncurkan penggalangan dana dengan mengajak para anggota dan masyarakat umum memberikan sumbangan secara sukarela untuk membantu partai memenuhi persyaratan pengampunan tersebut. Dengan demikian, Najib dapat segera dipindahkan dari Penjara Kajang ke rumahnya di kawasan elite Langgak Duta, Kuala Lumpur.

Hingga pembaruan terakhir pada Sabtu lalu, UMNO telah mengumpulkan lebih dari 1 juta ringgit, menurut Sekretaris Jenderal UMNO Asyraf Wajdi Dusuki, hanya sehari setelah penggalangan dana tersebut diluncurkan.

“Silakan terus berdonasi meskipun hanya 10 ringgit,” kata Asyraf dalam unggahan di media sosial.Namun, keputusan mengenai tahanan rumah pada Jumat itu justru memicu kemarahan masyarakat Malaysia. Mereka sebelumnya memilih menyingkirkan Najib dan UMNO yang saat itu menjadi partai penguasa dalam pemilu bersejarah 2018, setelah bertahun-tahun muncul tuduhan korupsi besar-besaran yang berpuncak pada skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) bernilai miliaran dolar Amerika Serikat.

Ajakan UMNO tersebut memang mendapat respons kuat, tetapi tidak seperti yang diharapkan partai tersebut. Sejumlah warga Malaysia melampiaskan kemarahan mereka melalui unggahan bernada sindiran di media sosial. Tangkapan layar donasi sebesar 1 sen (0,01 ringgit) untuk penggalangan dana Najib bahkan viral.

Salah satu unggahan yang populer memperlihatkan bukti transfer perbankan daring sebesar 1 sen dengan keterangan “Bapa Sakau Negara”, yang secara kasar berarti “Bapak Perampok Negara”. Ungkapan tersebut merupakan sindiran terhadap tuduhan korupsi besar-besaran dalam skandal 1MDB, dana investasi milik negara yang didirikan Najib.

Tangkapan layar donasi 1 sen lainnya menggunakan gaya khas Generasi Z, dengan keterangan yang menggambarkan sumbangan tersebut sebagai kontribusi untuk “membebaskan sobatku Najib (free my boi Najib)".

Keputusan mengenai tahanan rumah pada Jumat merupakan pengampunan kedua yang diberikan kepada Najib.Pada 2024, raja Malaysia saat itu, Sultan Abdullah Ahmad Shah, mengeluarkan keputusan yang memangkas separuh hukuman Najib dari 12 tahun penjara dan mengurangi dendanya dari RM210 juta menjadi RM50 juta. Keputusan tersebut diambil dua tahun setelah Najib dipenjara karena terbukti menggelapkan 42 juta ringgit dari SRC International, bekas anak perusahaan 1MDB.

Aliran donasi bernada sindiran terus berdatangan ketika keluarga Najib berterima kasih kepada para penyumbang. Putri Najib, Nooryana Najwa, mengatakan ayahnya “sangat tersentuh” oleh dukungan tersebut.

“Ayah benar-benar tidak menyangka begitu banyak orang bersedia memberikan sumbangan,” kata Nooryana dalam unggahan media sosial.

Dalam unggahan terpisah pada Minggu, istri Najib, Rosmah Mansor, mengatakan para pendukung dari luar negeri, termasuk dari Singapura, Brunei, Italia, dan Kanada, telah menghubunginya untuk menyampaikan dukungan serta kesediaan mereka menyumbang ke dana tersebut.

“Hari ini saya menyadari siapa teman-teman kami, mereka yang tetap bersama kami dalam suka maupun duka,” kata Rosmah.Para analis mengatakan keberhasilan pemindahan Najib ke tahanan rumah dapat memperkuat posisi UMNO, yang tengah mengalami kebangkitan setelah meraih kemenangan berturut-turut atas mitra koalisi federal, Pakatan Harapan (PH), dalam dua pemilu negara bagian baru-baru ini.

Kemenangan telak di Johor dan Negeri Sembilan atas koalisi PH yang dipimpin Perdana Menteri Anwar Ibrahim semakin memperkuat kepercayaan diri UMNO. Partai tersebut kini mendesak digelarnya pemilu lebih awal dengan harapan momentum politik yang mereka miliki saat ini dapat membantu merebut kembali pemerintahan federal di Putrajaya.

Para pendukung Anwar dan PH yang mulai kecewa menyebut pengampunan terbaru untuk Najib sebagai tanda lain dari kegagalan pemerintah memenuhi janji reformasi yang sebelumnya disampaikan.

Namun, para pakar tidak memperkirakan Anwar akan menyerah terhadap tekanan UMNO untuk menggelar pemilu lebih awal. Anwar masih memiliki waktu untuk mendapatkan kembali dukungan masyarakat sebelum masa jabatannya berakhir pada akhir tahun depan.

“Saya percaya PMX akan memanfaatkan mandat yang dimilikinya secara maksimal,” kata Mazlan Ali, analis politik dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM), menggunakan istilah populer untuk menyebut Anwar.

“Waktu yang tersedia akan digunakan untuk melaksanakan reformasi kelembagaan dan memperkuat partai-partai di dalam koalisi PH," paparnya, seperti dikutip dari South China Morning Post, Jumat (25/9/2026).

Topik Menarik