China Tekan Iran agar Kendalikan Houthi yang Gencar Serang Arab Saudi

China Tekan Iran agar Kendalikan Houthi yang Gencar Serang Arab Saudi

Global | sindonews | Jum'at, 18 September 2026 - 08:09
share

China secara diam-diam telah menekan Iran untuk mengendalikan kelompok Houthi Yaman setelah Arab Saudi mengajukan permohonan kepada Beijing. Upaya China itu diungkap tiga sumber Iran yang mengetahui masalah tersebut.

Riyadh meminta bantuan China setelah Houthi bergerak maju dengan cepat di sepanjang pesisir Laut Merah dan di sekitar Selat Bab el-Mandeb—langkah-langkah yang membuat ekspor minyak dan pelayaran Saudi menjadi lebih rentan.

Baca Juga: Arab Saudi Mulai Kekurangan Rudal untuk Melawan Houthi: Minta Bantuan Prancis, Inggris, hingga Mesir

Sementara itu, pasukan Arab Saudi telah menembak jatuh drone yang diluncurkan kelompok Hothi Yaman pada hari Kamis. Seorang warga Yaman tewas dan dua orang lainnya terluka akibat terkena puing-puing drone tersebut di Taif, Arab Saudi.

Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Arab Saudi, sebagaimana dikutup Saudi Press Agency (SPA), Jumat (18/9/2026), menyatakan bahwa timnya telah merespons serangan drone tersebut, yang juga menyebabkan kerusakan materi pada bangunan sipil dan kendaraan.

Menurut pihak direktorat, dua korban luka merupakan seorang wanita Arab Saudi dan seorang warga Pakistan. Korban asal Pakistan berada dalam kondisi kritis. Pihak direktorat menyatakan bahwa prosedur darurat standar telah diterapkan menyusul insiden tersebut.Menurut tiga sumber Iran, China secara terbuka telah menyerukan pengendalian diri, dialog, dan pemulihan keamanan pelayaran, namun pesan pribadi yang disampaikan melampaui pernyataan-pernyataan publik tersebut.

Beijing menginginkan Iran menggunakan pengaruhnya terhadap Houthi untuk membantu mencegah konflik meluas lebih jauh ke jalur energi yang menjadi tumpuan China, ekonomi terbesar kedua di dunia.

Sumber-sumber tersebut—yang mengetahui perihal diskusi itu dan berbicara dengan syarat anonim—tidak memberikan rincian mengenai bagaimana pesan tersebut disampaikan atau apakah hal itu dibahas saat kunjungan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi ke China pada hari Rabu.

Para pejabat China tidak melontarkan ancaman eksplisit ataupun mengisyaratkan bahwa Beijing akan berupaya menekan Teheran secara ekonomi jika negara itu gagal menggunakan pengaruhnya terhadap kelompok Houthi, imbuh tiga sumber Iran, yang dikutip Reuters.

Kementerian Luar Negeri China angkat bicara atas laporan tersebut. "China tidak ingin melihat ketegangan regional meluas lebih jauh hingga ke Yaman dan Laut Merah. Meningkatnya ketidakstabilan kawasan tidak menguntungkan pihak mana pun," katanya."Kedaulatan dan keamanan semua negara harus dihormati, dan fasilitas yang vital bagi penghidupan masyarakat tidak boleh dijadikan sasaran. China menyerukan penghentian tindakan yang semakin memperumit situasi serta mendesak penyelesaian masalah melalui dialog dan negosiasi," lanjut kementerian itu.

China telah menjadi mitra dagang terbesar Iran selama lebih dari satu dekade dan tetap menjadi pembeli utama minyak negara tersebut. Pembelian oleh China mencakup lebih dari 80 ekspor minyak lintas laut Iran pada tahun 2025, dengan rata-rata sekitar 1,4 juta barel per hari, menurut perusahaan data dan analisis komoditas Kpler.

"Beijing adalah salah satu dari sedikit ibu kota negara yang masih bisa menekan Iran untuk mengendalikan kelompok Houthi," ujar seorang diplomat senior Barat di kawasan tersebut.

Kelompok Houthi—yang muncul pada tahun 1990-an sebagai penentang pengaruh keagamaan Sunni Arab Saudi di Yaman—dipersenjatai, dilatih, dan didanai oleh Iran, menurut sumber-sumber Iran dan negara-negara Barat. Kelompok itu juga merupakan bagian dari "Poros Perlawanan" atau "Axis of Resistance" Iran yang anti-Barat dan anti-Israel.

Setiap ancaman dari kelompok Houthi terhadap pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb berisiko memperparah krisis energi global secara tajam—seperti saat Iran mulai memblokir Selat Hormuz—serta meningkatkan bahaya konflik regional yang lebih luas.

Topik Menarik