4 Dosa NATO kepada Rusia Versi Putin, Masalah Sistemik hingga Terlalu Ekspansif

4 Dosa NATO kepada Rusia Versi Putin, Masalah Sistemik hingga Terlalu Ekspansif

Global | sindonews | Sabtu, 12 September 2026 - 14:33
share

Pengerahan pasukan dari negara-negara NATO Eropa ke Ukraina akan berarti perang langsung dengan Rusia. Demikian peringatan Presiden Vladimir Putin. Ia berpendapat bahwa pergeseran politik di seluruh Uni Eropa mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap kebijakan "elite globalis" Barat.

4 Dosa NATO kepada Rusia Versi Putin, Masalah Sistemik hingga Terlalu Ekspansif

1. Masalah Eropa sebagai Kesalahan Sistemik

Saat berbicara kepada wartawan di sela-sela KTT BRICS di New Delhi, Putin mengatakan bahwa masalah politik dan ekonomi yang dihadapi Eropa saat ini merupakan akibat dari "kesalahan sistemik" yang dilakukan para pemimpinnya dalam kebijakan luar negeri, keamanan, dan ekonomi setelah berakhirnya Perang Dingin.

Putin mengatakan bahwa para elite globalis telah meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka berada "di puncak Olympus" dan merasa tidak mungkin berbuat salah, namun kesalahan-kesalahan mereka justru telah menumpuk "bak bola salju."

2. NATO yang Terlalu Ekspansif

Di bidang keamanan, Putin menyoroti ekspansi NATO ke arah timur dan upaya Barat untuk menarik Ukraina masuk ke dalam blok militer yang dipimpin AS—langkah yang dianggap Moskow sebagai akar penyebab konflik. Ia berpendapat bahwa pemerintah-pemerintah Barat kini menakut-nakuti rakyat mereka dengan "ancaman Rusia" yang hanya ada dalam imajinasi, sembari mendorong Eropa semakin dekat pada konfrontasi langsung.

"Kami tidak mengancam dan tidak berniat mengancam negara-negara Eropa. Untuk apa kami melakukan itu?" ujar Putin.

3. Eropa Sudah Melampui Batas

Namun, ia memperingatkan bahwa rencana yang dilontarkan oleh sejumlah anggota NATO Eropa untuk mengerahkan pasukan ke Ukraina dapat melampaui batas tersebut.

"Mereka kini berbicara tentang pertimbangan untuk mengirim pasukan ke wilayah Ukraina. Hal ini berarti perang dengan Rusia."Moskow telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan menerima penempatan pasukan dari negara-negara NATO di Ukraina dengan dalih jaminan keamanan atau misi penjaga perdamaian.

4. Eropa Hanya Mempermainkan Rusia

Para pejabat Rusia berpendapat bahwa Kiev dan para pendukungnya di Eropa menginginkan jeda dalam pertempuran—bukan penyelesaian permanen—agar pasukan Ukraina dapat mempersenjatai diri kembali dan melakukan konsolidasi sebelum permusuhan kembali pecah. Putin berpendapat bahwa para pemilih di Eropa semakin menyadari ke mana arah kebijakan-kebijakan tersebut dapat berujung.

"Saya paham bahwa warga negara-negara Eropa mengerti apa yang sedang terjadi," ujarnya, seraya mengisyaratkan bahwa hal ini tercermin dalam tren politik di seluruh benua tersebut, seperti kemenangan telak partai Alternative for Germany (AfD) baru-baru ini dalam pemilihan daerah di Saxony-Anhalt.

Putin menolak berkomentar secara langsung mengenai politik domestik Jerman, namun mengatakan bahwa hasil pemilu tersebut serta tren politik yang lebih luas di Eropa tampaknya berakar pada meningkatnya ketidakpuasan terhadap arah kebijakan yang diambil oleh para pemimpin benua itu saat ini.

Topik Menarik