Pasukan Israel Gerebek Kantor Pusat UNRWA yang Layani 16.000 Pengungsi Palestina

Pasukan Israel Gerebek Kantor Pusat UNRWA yang Layani 16.000 Pengungsi Palestina

Global | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:51
share

Pasukan Israel menyerbu pusat pelatihan kejuruan UNRWA di Qalandiya dan Kufr Aqab yang melayani sekitar 16.000 pengungsi Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Penggerebekan ini menyusul serangan Israel terhadap kantor pusat UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki beberapa bulan lalu, ketika pasukan mengusir staf dan menghancurkan sebagian bangunan tersebut.

Israel mungkin akan meningkatkan serangannya terhadap badan PBB tersebut menjelang pemilihan umum bulan Oktober. Langkah ini seiring desakan para menteri sayap kanan Israel untuk membubarkan UNRWA dan organisasi lain yang melayani warga Palestina.

Pasukan Israel meningkatkan tindakan terhadap badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada hari Selasa, dengan mengusir para karyawan dari Pusat Pelatihan Kejuruan Qalandiya di sebelah utara Yerusalem Timur yang diduduki serta memerintahkan mereka untuk tidak kembali.

Menurut Gubernur Yerusalem, pasukan pendudukan Israel memberlakukan pengamanan ketat di sekitar fasilitas tersebut, mengerahkan sejumlah besar tentara dan kendaraan militer sebelum mengevakuasi seluruh personel UNRWA.

Operasi ini bertepatan dengan kunjungan Menteri Keamanan Nasional Israel sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, yang memasuki pusat tersebut dengan didampingi pasukan Israel dan pengawalan keamanan yang ketat.Sumber-sumber setempat mengatakan pasukan Israel memerintahkan petugas keamanan swasta di pusat tersebut untuk membuka pintu sesaat sebelum kendaraan resmi pemerintah Israel tiba di lokasi.

Secara bersamaan, pasukan Israel menggerebek kamp pengungsi Qalandiya dan kota Kafr Aqab di dekatnya, menyebar ke jalan-jalan dan gang-gang, melakukan interogasi di lapangan, serta menggeledah rumah-rumah warga Palestina dan fasilitas lainnya.

Israel kemudian mengumumkan penyitaan Pusat Pelatihan Qalandiya.

Kementerian Luar Negeri Israel menyatakan Pemerintah Kota Yerusalem telah memulai pekerjaan untuk mendirikan kompleks pendidikan dan komunitas baru di lokasi tersebut, yang diklaim akan melayani ribuan penduduk Palestina di Kafr Aqab.

Menurut kementerian tersebut, kompleks yang direncanakan itu nantinya diharapkan mencakup sekolah, masjid, fasilitas olahraga, dan fasilitas kesehatan.Israel mengklaim lahan tersebut telah menjadi milik Jewish National Fund sejak tahun 1937 dan telah dialokasikan kepada Pemerintah Kota Yerusalem.

Pihaknya juga menuduh UNRWA telah memagari dan menggunakan lahan tersebut selama beberapa dekade tanpa memiliki hak kepemilikan.

Pemerintah Israel juga merujuk pada undang-undang yang disahkan Knesset pada Oktober 2024 yang melarang kegiatan UNRWA di Israel.

Namun, UNRWA menegaskan Pusat Pelatihan Qalandia merupakan fasilitas PBB yang dilindungi oleh hukum internasional.

Fasilitas Qalandia menyediakan pelatihan kejuruan dan layanan lainnya bagi warga Palestina, serta merupakan bagian dari jaringan luas UNRWA yang melayani pengungsi Palestina.

Penyitaan pada hari Selasa, pengusiran stafnya, dan penggerebekan oleh Ben-Gvir menandai eskalasi lebih lanjut dalam kampanye Israel terhadap UNRWA dan operasinya di wilayah pendudukan Yerusalem Timur.

Baca juga: Rusia Luncurkan Senjata Laser Portabel yang Bisa Dibawa Personel

Topik Menarik