Iran Respons D-Day Ekonomi Trump: Kamu Tak akan Bisa Memutus Arteri Keuangan Kami

Iran Respons D-Day Ekonomi Trump: Kamu Tak akan Bisa Memutus Arteri Keuangan Kami

Global | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:31
share

Iran menyatakan kesiapannya menghadapi serangan ekonomi yang baru saja diumumkan pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Teheran menepis ancaman Washington untuk memutus hubungan keuangan internasional Teheran.

Menteri Ekonomi Iran, Ali Madanizadeh, mengatakan pada hari Selasa (25/6/2026) bahwa pemerintah telah mengantisipasi peningkatan sanksi AS dan menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkan langkah-langkah guna memitigasi dampaknya.

"Kami telah bersiap menghadapi hari-hari ini sejak lama," ujar Madanizadeh kepada televisi pemerintah Iran.

Menurut sang menteri, Teheran telah mengetahui rencana Washington dan menyusun strategi dua tahun sebagai persiapan menghadapi konfrontasi ekonomi yang kembali memanas.

"Kami sepenuhnya siap menghadapi sanksi dan langkah-langkah Amerika tersebut," katanya.Madanizadeh secara tegas menolak tujuan yang dinyatakan Washington untuk memutus akses Iran terhadap jaringan keuangan internasional.

"Anda tidak akan bisa memutus arteri keuangan kami," tegasnya.

Menteri Iran tersebut berpendapat perubahan dalam tatanan ekonomi dan politik global telah mengurangi kemampuan Washington untuk menjatuhkan isolasi menyeluruh terhadap negara lain.

"Era dunia unipolar telah berakhir," ujarnya, seraya menambahkan Amerika Serikat akan kembali mendapati bahwa mereka "sama sekali tidak akan berhasil."

D-Day Ekonomi Trump

Tanggapan Iran ini muncul setelah pemerintahan Trump pada hari Senin mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai kampanye baru berskala besar untuk mengisolasi ekonomi Iran.Presiden AS Donald Trump mempromosikan inisiatif ini sebagai 'D-Day Ekonomi' bagi Iran, sementara Menteri Keuangan Scott Bessent secara resmi meluncurkan langkah yang dinamai Washington sebagai 'Operasi Economic Outcast' (Pengucilan Ekonomi).

"Kami meluncurkan serangan ekonomi terhadap jaringan keuangan Iran di seluruh dunia," kata Bessent di Departemen Keuangan, sebagaimana dilaporkan CNBC.

Pemerintahan AS belum menjatuhkan sanksi baru yang diancamkan tersebut.

Sebaliknya, Bessent mengatakan Washington akan mulai mengirimkan jadwal waktu kepada masing-masing negara untuk menghentikan aktivitas yang telah diidentifikasi oleh Amerika Serikat.

Menurut Menteri Keuangan tersebut, Trump sendiri sedang menghubungi para pemimpin asing dan mengajukan "permintaan khusus untuk menghentikan interaksi mereka" dengan Teheran.

"Entitas mana pun yang memfasilitasi pencucian uang atas nama Iran akan dikeluarkan dari sistem dolar AS," peringat Bessent. "Waktu telah mulai berjalan."

Baca juga: Rusia Luncurkan Senjata Laser Portabel yang Bisa Dibawa Personel

Topik Menarik