Militer Rusia Pamer Senjata Laser, Bisa Lumpuhkan Bom dari Jarak 100 Meter

Militer Rusia Pamer Senjata Laser, Bisa Lumpuhkan Bom dari Jarak 100 Meter

Global | sindonews | Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:19
share

Militer Rusia telah memamerkan sistem laser portabel baru yang dirancang untuk menonaktifkan ranjau danbom yang tidak meledak dari jarak hingga 100 meter secara aman.

Senjata yang ditampilkan dalam laporan media resmi militer Rusia, Zvezda TV, pada Minggu tersebut merupakan turunan dari sistem yang lebih besar yang dirancang untuk kendaraan darat kecil yang dikendalikan dari jarak jauh.

Baca Juga: Rusia Nyatakan Inggris Ikut Perang karena Beri Ukraina Akses untuk Rakit Rudal Storm Shadow

Saluran tersebut memperlihatkan kedua varian bersama modul-modul lain yang dirancang untuk platform berantai Kurier, yang kini banyak digunakan oleh militer Rusia.

Senjata laser berukuran lebih kecil tersebut ditenagai baterai model ransel dan dilengkapi laser berkekuatan 1 kilowatt. Sinar laser tersebut cukup kuat untuk membakar lapisan plastik dalam hitungan detik, asalkan operator mampu menjaga bidikan tetap stabil. Video tersebut menunjukkan hasil terbaik diperoleh ketika senjata dipasang pada tripod.

Varian yang lebih besar memiliki daya dua kali lipat dan menempatkan proyektor laser pada platform pengangkat yang dapat ditarik. Sistem tersebut memungkinkan laser ditembakkan dari balik perlindungan. Menurut pengembangnya, sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (25/8/2026), stabilitas dan kekuatan sinar yang lebih besar membuat sistem ini mampu menjangkau jarak hingga 500 meter.

Baik modul yang dipasang pada kendaraan darat maupun senjata laser portabel tersebut telah memasuki produksi massal.

Sistem laser untuk penjinakan bom bekerja dengan cara memicu pembakaran bahan peledak berkekuatan tinggi di dalam amunisi yang menjadi sasaran, sehingga bahan peledak tersebut terbakar tanpa menyebabkan ledakan.

Pengoperasian dari jarak jauh diperlukan dalam lingkungan berisiko tinggi dan membantu mengurangi bahaya dari jebakan peledak yang dilengkapi sensor canggih. Sensor tersebut dapat terpicu ketika petugas penjinak bom atau robot konvensional mendekati perangkat.

Laporan Zvezda juga memperlihatkan modul-modul lain yang dikembangkan untuk platform Kurier, termasuk beberapa perangkat yang dibuat oleh unit zeni garis depan yang terlibat dalam perang melawan Ukraina.

Salah satu perangkat tersebut dilengkapi bor dan digunakan untuk membuat lubang bagi tiang sebelum jaring antidrone dipasang di atas jalan-jalan di wilayah pertempuran.

Baik Rusia maupun Ukraina tengah mengembangkan berbagai penggunaan baru untuk kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh. Kendaraan semacam itu semakin banyak digunakan untuk misi tempur, pengiriman pasokan, evakuasi medis, serta pekerjaan teknik militer.

Topik Menarik