Viral karena Kecam Serangan Iran, Qari Kuwait Mishary Alafasy Angkat Bicara

Viral karena Kecam Serangan Iran, Qari Kuwait Mishary Alafasy Angkat Bicara

Global | sindonews | Senin, 6 April 2026 - 14:22
share

Qari (pelantun ayat-ayat Al-Qur'an) terkenal asal Kuwait, Mishary Rashid Alafasy, telah viral di media sosial karena sikapnya yang menentang serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Gara-gara sikapnya tersebut, Alafasy merasa menjadi target serangan verbal online oleh kelompok-kelompok yang dia sebut pro-Iran dan pro-Ikhwanul Muslimin.

Baca Juga: Cara China Bantu Iran: Sodorkan Citra Satelit AI yang Ungkap Pangkalan AS di Timur Tengah

Menurutnya, reaksi-reaksi tersebut, termasuk penghinaan pribadi, menunjukkan pola pembalasan daripada ketidaksepakatan yang tulus.

Terlepas dari serangan verbal online, Alafasy menegaskan bahwa posisinya tetap tidak berubah. Dia menekankan komitmennya untuk membela negaranya, Kuwait, dan negara-negara Teluk, khususnya dalam menghadapi apa yang dia gambarkan sebagai agresi Iran yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Dia berpendapat bahwa tindakan tersebut secara tidak proporsional lebih memengaruhi negara-negara Teluk daripada Israel, sebuah poin yang telah berulang kali dia sampaikan dalam pernyataan sebelumnya.Iran sendiri telah berulang kali bahwa serangannya terhadap negara-negara Teluk menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan juga kepentingan Amerika sebagai pembalasan atas agresi yang dimulai sejak 28 Februari.

Pada saat yang sama, Alafasy menekankan bahwa menentang Iran bukan berarti mendukung Israel. Dalam unggahan di akun X-nya, @Alafasy, pria yang juga dikenal sebagai pendakwah tersebut, mengulangi penentangannya atas tindakan Israel terhadap Palestina, termasuk di Gaza.

"Kampanye terkoordinasi terhadap saya, yang diatur dari luar negeri dan dilakukan dalam bahasa Inggris, jelas memiliki motif yang salah. Alat dan metode yang digunakan sudah jelas, dan tanggapan dari suara-suara pro-Iran dan pro-Ikhwanul Muslimin—beserta penghinaan mereka—mengungkapkan motif pembalasan yang jelas," tulis Alafasy.

"Semua ini tidak akan menghalangi saya dari pendirian teguh saya dalam membela negara saya dan negara-negara Teluk, dan dalam menolak serangan agresif Iran yang lebih menargetkan negara-negara Teluk daripada Israel," lanjut dia.

"Saya telah menjelaskan dalam beberapa unggahan bahwa menentang agresi ini bukan berarti saya berpihak pada Israel; kami juga menolak agresinya terhadap Palestina dan Gaza."

Topik Menarik