Rudal Iran Gempur Gedung Haifa: 2 Tewas Terkubur, Israel Heran Iron Dome Gagal Mencegat
Dua orang tewas terkubur di bawah reruntuhan gedung tujuh lantai di Haifa, Israel, setelah digempur rudal Iran pada hari Minggu. Dua orang lagi masih dalam pencarian.
Sebelumnya, pihak berwenang Israel melaporkan tiga orang hilang dalam serangan di Haifa. Namun, kemudian memperbarui informasi bahwa jumlah orang yang hilang adalah empat orang.
Baca Juga: Rudal Iran Tembus Iron Dome dan Gempur Gedung 7 Lantai Israel, 3 Orang Hilang
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Israel mengonfirmasi penemuan dua jenazah di bawah reruntuhan gedung di Haifa. Dinas itu mengatakan sudah berjam-jam melakukan pencarian korban bersama Komando Pertahanan Dalam Negeri.
"Pasukan mengevakuasi dua orang yang terjebak, yang ditemukan di bawah reruntuhan tanpa tanda-tanda kehidupan," kata dinas tersebut, seperti dikutip Times of Israel, Senin (6/4/2026)."Operasi dan upaya penyelamatan masih berlangsung saat ini dalam upaya untuk menjangkau dua orang tambahan yang terjebak/belum ditemukan," imbuh dinas tersebut.Sementara itu, militer Zionis Israel atau IDF merasa heran dengan kegagalan sistem pertahanan berlapis, termasuk Iron Dome, dalam mencegat rudal Iran tersebut. Penyelidikan pun diluncurkan untuk mengetahui penyebabnya.
Menurut Angkatan Udara Israel, upaya untuk mencegat rudal Iran telah dilakukan, tetapi pertahanan udara gagal menjatuhkan proyektil tersebut.
"Pasukan penyelamat menggunakan peralatan penyelamatan canggih dan berbagai sarana teknologi untuk menemukan individu yang terjebak secepat mungkin," kata IDF.
Serangan rudal itu terjadi beberapa menit setelah IDF memperingatkan telah mendeteksi serangkaian rudal baru yang ditembakkan dari Iran sekitar pukul 15.00 GMT.
"Gedung itu terkena dampak langsung rudal," kata militer Israel kepada AFP, membenarkan bahwa rudal itu ditembakkan dari Iran.Layanan darurat Israel, Magen David Adom (MDA), dalam laporan awal mengatakan empat orang terluka ketika gedung itu terkena serangan langsung.
Rekaman AFP menunjukkan petugas penyelamat menggunakan senter untuk mencari para korban di antara puing-puing gedung dan blok beton yang berserakan.
Iran Yakin Bisa Lawan Invasi Darat AS
Korban luka termasuk seorang pria berusia 82 tahun, kata MDA, menambahkan bahwa dia dalam "kondisi serius". Pihak rumah sakit kemudian mengatakan kondisinya stabil.
"Dia terluka akibat benda berat dan ledakan,” kata MDA, menambahkan bahwa tiga lainnya menderita luka akibat pecahan peluru dan ledakan.
Gambar dan rekaman yang diterbitkan oleh MDA menunjukkan asap mengepul dari reruntuhan bangunan yang rata di daerah padat penduduk, dan tandu diletakkan di jalan oleh petugas penyelamat untuk para korban.Paramedis MDA Shevach Rothenshtrych mengutip pernyataan warga yang mengatakan bahwa ada korban yang terjebak di bawah reruntuhan di lantai bawah, dan pria berusia 82 tahun itu diselamatkan setelah petugas pertolongan pertama berhasil memindahkan potongan-potongan besar beton.
Rekannya, Tal Shustak, mengatakan bahwa ketika panggilan darurat diterima, “kami dikirim dalam jumlah besar ke lokasi kejadian dan melihat kerusakan yang luas, termasuk pecahan kaca, asap, dan beton yang berserakan di tanah.”
Pada hari Minggu, IDF mendeteksi lima gelombang rudal yang ditembakkan dari Iran. Mereka mengeklaim sistem pertahanan telah beroperasi untuk mencegat ancaman tersebut.
Iran telah menembakkan rudal nyaris setiap hari ke Israel sejak 28 Februari, sebagai balasan atas serangan gabungan AS-Israel terhadap negara Islam tersebut yang telah menewaskan beberapa pemimpin tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu; Ayatollah Ali Khamenei.
Sejak awal konflik, serangan udara Israel dan AS telah menyerang sejumlah lokasi produksi rudal Iran dan juga fasilitas nuklir.







