85 Persen Serangan Rudal Iran Ditujukan ke Negara-negara Arab, Kuwait Siapkan Rencana Darurat
Sekretaris Jenderal GCC Jasem al-Budaiwi mengatakan pekan lalu bahwa 85 persen serangan balasan dari Iran menargetkan Teluk. Lebih dari 6.000 rudal balistik dan drone kini telah menargetkan seluruh wilayah ini.
Oleh karena itu, masyarakat di wilayah tersebut menjadi sangat khawatir. Beberapa saat yang lalu, pihak berwenang yang menanggapi insiden di Abu Dhabi, di mana puing-puing dari pencegatan melukai satu orang.
Melansir Al Jazeera, dalam beberapa jam terakhir, telah terjadi peringatan di Kuwait dan di UEA.
Kuwait menjadi negara yang kerap jadi sasaran serangan Iran. Dua pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air yang menjadi sasaran. Pabrik Azzour yang terkena serangan adalah salah satu yang terbesar di Timur Tengah. Jadi, Iran telah membuktikan bahwa mereka dapat menargetkan dan menyerang infrastruktur sipil di Teluk.
Setiap kali Trump meningkatkan eskalasi, Iran membalas.Yang terbaru, serangan Iran terhadap daerah pemukiman di Kuwait utara melukai enam orang pada hari Senin, kata kementerian kesehatan negara Teluk tersebut.
Hal ini menyusul unggahan di X oleh militer Kuwait sebelumnya pada hari itu yang mengatakan bahwa pertahanan udara negara tersebut sedang berupaya mencegat rudal dan drone yang datang.
“Proyektil dan puing-puing berjatuhan di daerah pemukiman di utara negara itu setelah agresi Iran,” kata kementerian tersebut.
“Jumlah total korban luka meningkat menjadi enam, dengan berbagai tingkat luka.”Semalam dari Minggu ke Senin, Kuwait juga mengatakan sedang menanggapi serangan serupa.
Negara-negara Teluk, termasuk Kuwait, telah menanggung beban serangan balasan Iran sejak AS dan Israel melancarkan serangan pada akhir Februari yang memicu perang regional.
Iran menuduh negara-negara tetangganya mengizinkan pasukan AS untuk melakukan serangan dari wilayah mereka, tetapi negara-negara Teluk telah berulang kali membantah klaim tersebut.
Sebelumnya, Arab Saudi mencegat dan menghancurkan sebuah rudal jelajah dalam beberapa jam terakhir, kata Kementerian Pertahanan pada hari Minggu.
Serangan terbaru ini terjadi ketika perang AS-Israel terhadap Iran, yang kini memasuki minggu keenam, meluas, dengan Teheran tidak hanya menyerang Israel tetapi juga negara-negara Arab Teluk tetangga.
Beberapa serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan UEA dilaporkan pada hari Minggu di tengah ketegangan regional yang sedang berlangsung.










