Iran Ledek Trump soal Ultimatum Selat Hormuz: Seperti Bocah, AS Mencapai Zaman Batu Lebih Cepat

Iran Ledek Trump soal Ultimatum Selat Hormuz: Seperti Bocah, AS Mencapai Zaman Batu Lebih Cepat

Global | sindonews | Senin, 6 April 2026 - 09:16
share

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dengan umpatan-umpatan kasar, kembali mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz paling lambat Selasa waktu Amerika atau Rabu WIB. Alih-alih tunduk, negara Islam itu justru meledek ultimatum tersebut.

Ultimatum Trump disampaikan melalui unggahan di Truth Social. “Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran...Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka—LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," bunyi unggahan tersebut.

Baca Juga: Trump Ultimatum Iran Lagi: Buka Selat Hormuz Rabu atau Listriknya Akan Dibom AS!

Iran, melalui kedutaannya di Thailand, meledek ultimatum tersebut dalam unggahan di X. Unggahan tersebut menggambarkan umpatan Trump sebagai sikap impulsif bocah remaja ketimbang seorang kepala negara.

"Dilihat dari bagaimana @POTUS mengumpat seperti remaja...tampaknya AS telah mencapai Zaman Batu lebih cepat dari yang diperkirakan,” tulis Kedutaan Iran.

"Kami mengerti bahwa Anda adalah kekaisaran haus darah yang sedang menurun, tetapi Anda tidak perlu menunjukkan inferioritas Anda dengan bahasa ini...Pergilah dan hancurkan lebih banyak usaha dan jangan pernah kembali ke politik global," lanjut unggahan Kedutaan Iran, seperti dikutip Money Control, Senin (6/4/2026).Perang kata-kata di media sosial ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan atas Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi minyak dunia yang tetap tertutup setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Pada hari Minggu, Trump bersikeras ada "peluang bagus" untuk mencapai kesepakatan dengan Iran pada hari Senin, sambil mendesak Teheran untuk membuka kembali selat atau menghadapi tindakan militer.

"Jika mereka tidak membuat kesepakatan dengan cepat, saya mempertimbangkan untuk meledakkan semuanya dan mengambil alih minyak," katanya.

Dia juga mengeklaim AS telah memasok senjata kepada para pengunjuk rasa selama kerusuhan sebelumnya di Iran, menambahkan, "Dan saya pikir Kurdi mengambil senjata-senjata itu."

Trump mengatakan dia akan mengadakan konferensi pers dari Oval Office pada hari Senin, setelah apa yang dia gambarkan sebagai penyelamatan yang sukses terhadap dua pilot jet tempur F-15E AS yang ditembak jatuh di Iran. Namun, Iran mengeklaim upaya penyelamatan salah satu awak jet tempur itu telah gagal.

Topik Menarik