Pakar AS: Rudal Iran yang Ditembakkan ke Diego Garcia Adalah Senjata Korea Utara
Seorang pakar militer Amerika Serikat (AS) mengatakan sebagian besar persenjataan rudal balistik Iran dibeli langsung dari Korea Utara (Korut). Itu termasuk rudal yang ditembakkan ke Diego Garcia, pulau di Samudra Hindia yang jadi pangkalan militer Amerika dan Inggris.
“Rudal yang diluncurkan ke Diego Garcia adalah Musudan. Iran membeli 19 rudal ini dari Korea Utara dan menerimanya pada tahun 2005. Mereka telah memiliki kemampuan ini sejak tahun 2005—dan ini bukanlah ‘senjata rahasia’,” kata Bruce Bechtol, pakar militer AS yang ikut menulis buku Rogue Allies: The Strategic Partnership Between Iran and North Korea bersama Anthony Celso, kepada Fox News Digital, Senin (6/4/2026).
Baca Juga: Kim Jong-un: Jika Iran Minta, Satu Rudal Saja Cukup untuk Lenyapkan Israel
Para pejabat Amerika mengatakan Iran menembakkan dua rudal balistik ke arah pangkalan militer di Diego Garcia, menurut laporan The Wall Street Journal pada Jumat malam.
Iran Yakin Bisa Lawan Invasi Darat AS
Salah satu rudal gagal di udara, dan sebuah kapal perang AS diklaim telah melakukan intersepsi terhadap satu rudal lainnya.
Menurut para pejabat AS, saat ini, belum dipastikan apakah intersepsi berhasil dilakukan, tetapi tidak ada rudal yang menghantam pangkalan tersebut.Diego Garcia terletak sekitar 4.000 kilometer dari Iran, dua kali lipat jangkauan 2.000 kilometer yang dikatakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tentang rudal balistik Iran bulan lalu.Bechtol mengatakan kepada Fox News Digital bahwa rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan Iran ke arah target AS di negara-negara Teluk tetangga bergantung pada sistem QIAM, yang dikembangkan dengan bantuan Korea Utara.
Dia menambahkan, "Rudal Shahab-3 terbaru Iran hampir merupakan salinan persis dari No Dong [Korea Utara]."
"Korea Utara mengirimkan sekitar 150 sistem No Dong ke Iran pada akhir tahun 1990-an. Iran tampaknya sangat senang dengan rudal yang diberikan Korea Utara kepada mereka, dan, mengikuti preseden sebelumnya dari pabrik Scud C, mereka mengontrak Pyongyang untuk membangun fasilitas No Dong di Iran," jelas Bechtol.
Korea Utara juga membantu Iran mengembangkan sistem rudal Emad dan Ghadr, yang telah digunakan untuk menargetkan Israel serta negara-negara Teluk, di fasilitas No Dong di Iran.Bechtol meringkas hubungan antara kedua negara tersebut, dengan mengatakan bahwa "Korea Utara adalah penjual dan Iran adalah pembeli."
Menurutnya, Korea Utara mengembangkan semua komponen sistem senjata, dan Iran membayar menggunakan uang tunai dan minyak.
Menurut laporan yang diterbitkan oleh Alma Research and Education Center Israel pada awal perang, inventaris rudal Iran terutama terdiri dari rudal balistik jarak pendek, yang menjangkau hingga 1.000 kilometer, dan rudal balistik jarak menengah, yang dapat menjangkau sejauh 3.000 kilometer.
Namun, lembaga tersebut menambahkan, "Menurut berbagai laporan, rudal balistik jarak jauh saat ini berada dalam tahap pengembangan lanjut."







