Iran dan Trump Beda Klaim soal Nasib Awak Jet Tempur F-15 AS, Siapa yang Benar?

Iran dan Trump Beda Klaim soal Nasib Awak Jet Tempur F-15 AS, Siapa yang Benar?

Global | sindonews | Senin, 6 April 2026 - 07:37
share

Militer Iran mengatakan pada hari Minggu bahwa operasi Amerika Serikat (AS) untuk menyelamatkan seorang penerbang dari jet tempur Amerika yang ditembak jatuh telah sepenuhnya digagalkan, tanpa menyebutkan bahwa awak pesawat itu telah ditangkap.

Sekadar diketahui, Iran telah menembak jatuh dua jet tempur AS—F-15E Strike Eagle dan A-10—pada hari Jumat. Jet tempur F-15 jatuh di wilayah Iran, di mana salah satu awaknya dilaporkan telah diselamatkan pasukan khusus Amerika dan satu lagi hilang. Sedangkan pesawat A-10 jatuh di wilayah Kuwait dengan pilotnya berhasil melontarkan diri.

Baca Juga: Trump Klaim Pilot Jet Tempur F-15 AS yang Jatuh di Iran Telah Diselamatkan

"Operasi penyelamatan militer AS yang disebut-sebut itu, yang direncanakan sebagai misi penipuan dan pelarian di bandara yang ditinggalkan di selatan Isfahan dengan dalih menyelamatkan pilot pesawat yang jatuh, telah sepenuhnya digagalkan," kata juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, yang dilansir AFP, Senin (6/4/2026).

Dalam pernyataan video yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dia mengatakan bahwa dua pesawat angkut militer C-130 dan dua helikopter Black Hawk AS hancur selama operasi tersebut.

Dia menambahkan, "Trump melanjutkan dengan retorika kosong dan pengalihan perhatian meskipun kenyataan di lapangan menunjukkan posisi superior angkatan bersenjata Iran yang kuat."Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa perwira tersebut telah diselamatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Trump mengeklaim awak jet tempur itu selamat dan sehat.

“Jenis serangan ini jarang dilakukan karena bahaya bagi ‘manusia dan peralatan’. Itu tidak pernah terjadi! Serangan kedua terjadi setelah yang pertama, di mana kami menyelamatkan pilot di siang bolong, juga tidak biasa, menghabiskan tujuh jam di atas Iran,” tulis Trump di Truth Social.

Presiden AS juga bersumpah akan membuat warga Iran "hidup di neraka" jika Selat Hormuz tetap tertutup.

“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran,” lanjut presiden AS tersebut. "Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, kalian bajingan gila, atau kalian akan hidup di Neraka—LIHAT SAJA! Segala puji bagi Tuhan.”

Entah siapa yang benar antara klaim Iran dan Trump terkait nasib awak jet tempur F-15 AS.Media pemerintah Iran membagikan gambar puing-puing hangus yang tersebar di daerah gurun, dengan asap masih mengepul dari lokasi tersebut.

Media Iran melaporkan bahwa serangan selama operasi penyelamatan menewaskan lima orang di barat daya, meskipun belum jelas apakah mereka warga sipil atau militer.

Sejak Jumat lalu, media Iran juga membagikan rekaman yang menunjukkan warga setempat, beberapa di antaranya membawa bendera dan senapan, mencari awak F-15E AS setelah pihak berwenang menawarkan hadiah untuk penangkapannya hidup-hidup.

Topik Menarik