Loading...
Loading…
Kabar Buruk Bagi Zelensky! Rusia Klaim Kemenangan setelah Kuasai Benteng Pertahanan Terakhir Ukraina

Kabar Buruk Bagi Zelensky! Rusia Klaim Kemenangan setelah Kuasai Benteng Pertahanan Terakhir Ukraina

Global | koran-jakarta.com | Senin, 23 Mei 2022 - 09:00

Rusia mengklaim kemenangan atas Mariupol setelah berhasil menguasai pabrik baja Azovstal yang menjadi benteng pertahanan terakhir pasukan Ukraina di kota tersebut. Hal ini sekaligus menandai berakhirnya pengepungan perang yang paling merusak saat Moskow berjuang untuk memperkuat kontrol atas wilayah Donbas.

Kementerian Pertahanan Rusia menuturkan pasukan Ukraina terakhir yang bersembunyi di pabrik baja Azovstal telah menyerah pada hari Jumat (20/5).

Sebelum pengumuman tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pasukan terakhir di pabrik baja telah diberitahu oleh militer Ukraina bahwa mereka bisa keluar dan menyelamatkan hidup mereka.

Rusia mengatakan ada 531 anggota kelompok terakhir yang menyerah, menambahkan bahwa total 2.439 pembela Ukraina telah menyerah dalam beberapa hari terakhir.

"Wilayah pabrik metalurgi Azovstal telah sepenuhnya dibebaskan," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan, dikutip Reuters.

Tak hanya di Mariupol, pasukan Rusia juga melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut wilayah terakhir yang dikuasai Ukraina di provinsi Luhansk yang merupakan salah satu dari dua provinsi tenggara Ukraina yang diproklamirkan Rusia sebagai negara merdeka.

Baca Juga :
Rusia dan Ukraina Adu Klaim Jumlah Tentara Tewas dalam Perang, Siapa Benar?

"Tentara Rusia telah memulai penghancuran kota Sievierodonetsk yang sangat intensif, intensitas penembakan berlipat ganda, mereka menembaki pemukiman, menghancurkan rumah demi rumah," kata gubernur Luhansk Serhiy Gaidai.

"Kami tidak tahu berapa banyak orang yang meninggal, karena tidak mungkin untuk melewati dan melihat setiap apartemen," katanya.

Staf umum Ukraina mengatakan pihaknya telah menahan serangan di Sievierodonetsk, bagian dari apa yang digambarkan sebagai operasi besar Rusia di sepanjang garis depan.

Reuters menuturkan meskipun kehilangan kekuatan di tempat lain dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Rusia telah maju di front Luhansk, dalam apa yang beberapa analis militer lihat sebagai dorongan besar untuk mencapai tujuan perang yang diperkecil untuk merebut lebih banyak wilayah yang diklaim oleh pemberontak pro-Rusia.

"Ini akan menjadi konflik yang kritis dalam beberapa minggu ke depan dan itu tergantung pada seberapa efektif mereka menaklukkan Sievierodonetsk dan tanah di seberangnya," kata Mathieu Boulegue, pakar di lembaga pemikir Chatham House London.

Baca Juga :
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur dan 3 Helikopter Ukraina

Sementara, Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengatakan pembebasan Republik Rakyat Luhansk akan segera berakhir.

Original Source

Topik Menarik