Catat! Dokter Tegaskan DBD Tak Selalu Disertai Bintik Merah
JAKARTA, iNews.id – Banyak masyarakat masih menganggap bintik merah sebagai tanda utama demam berdarah dengue (DBD). Padahal, pasien DBD tidak selalu mengalami ruam atau bercak merah pada kulit.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yudha Friatna, Sp.PD, mengatakan gejala paling khas dari DBD justru demam tinggi yang muncul secara mendadak.
"Sebagian besar pasien yang saya tangani sekarang malah tidak ada bintik merahnya. Jadi jangan menunggu muncul ruam dulu baru curiga DBD," ujarnya dalam podcast Hola Dok, belum lama ini.
Ia menjelaskan, demam pada DBD biasanya muncul tiba-tiba dengan suhu di atas 39 derajat Celsius. Kondisi itu dapat terjadi tanpa gejala awal seperti flu atau sakit tenggorokan.
"Pagi masih aktivitas normal, siang atau malam bisa langsung demam tinggi mendadak," katanya.
Setelah demam, pasien juga biasanya mengalami gejala menyerupai flu seperti pegal-pegal, nyeri sendi, tubuh terasa sakit semua, mual, hingga muntah.
Meski demikian, beberapa pasien memang mengalami bintik merah atau petekie di bawah kulit. Namun, kondisi tersebut tidak selalu muncul pada setiap kasus DBD.
Dokter Yudha menjelaskan, bintik merah akibat DBD memiliki karakteristik berbeda dengan biduran atau ruam biasa. Petekie tidak menonjol di permukaan kulit dan tidak hilang saat ditekan.
"Kalau biduran biasanya menonjol dan memudar saat ditekan. Kalau petekie dia tetap ada," ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri apabila mengalami demam tinggi mendadak, terutama saat musim hujan dan banyak genangan air.
Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mencegah pasien masuk ke fase kritis yang dapat menyebabkan perdarahan maupun syok.
"Jangan anggap demam mendadak itu biasa. Lebih baik cepat konsultasi supaya bisa dipastikan penyebabnya," katanya.










