DBD Bisa Sebabkan Perdarahan Otak hingga Stroke, Ini Penjelasan Dokter
JAKARTA, iNews.id – Demam berdarah dengue (DBD) ternyata tidak hanya menyebabkan demam tinggi dan trombosit rendah. Pada kondisi tertentu, penyakit ini juga dapat memicu perdarahan otak hingga stroke yang membahayakan nyawa pasien.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital dr Yudha Friatna, Sp.PD, menjelaskan bahwa risiko tersebut dapat terjadi ketika jumlah trombosit pasien turun sangat drastis, terutama di bawah angka 30 ribu.
"Kalau trombosit terlalu rendah, bisa terjadi perdarahan spontan. Bahkan aktivitas ringan saja bisa memicu perdarahan," kata dr Yudha dalam podcast Hola Dok, belum lama ini.
Ia mengungkapkan, perdarahan akibat DBD tidak hanya muncul di hidung atau kulit, tetapi juga bisa terjadi di organ dalam tubuh. Salah satu yang paling berbahaya adalah perdarahan di otak.
“Perdarahan di otak itu possible sekali pada pasien DBD berat. Itu yang kami takutkan karena bisa menyebabkan stroke,” ujarnya.
Karena alasan tersebut, pasien dengan trombosit rendah biasanya diminta menjalani bed rest total selama masa perawatan. Tujuannya untuk mengurangi risiko perdarahan spontan akibat aktivitas fisik.
Dokter Yudha mengatakan, kondisi kritis DBD sering kali tidak disadari pasien karena muncul setelah demam mulai turun. Banyak pasien merasa tubuhnya sudah membaik, sehingga tetap bekerja atau beraktivitas normal.
Padahal pada fase tersebut, trombosit justru sedang mengalami penurunan signifikan dan risiko komplikasi meningkat.
Selain perdarahan, pasien DBD juga berisiko mengalami syok akibat kebocoran plasma. Kondisi ini ditandai tekanan darah menurun drastis dan bisa mengancam keselamatan jiwa.
“Kalau sudah ada tanda lemas berat, perdarahan, muntah terus, atau sulit makan dan minum, jangan ditunda untuk ke rumah sakit,” katanya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap DBD sebagai penyakit ringan karena komplikasinya dapat berkembang cepat apabila terlambat ditangani.










