Cara Menghindari Impulsive Buying Saat Diskon Besar-Besaran

Cara Menghindari Impulsive Buying Saat Diskon Besar-Besaran

Ekonomi | okezone | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:03
share

JAKARTA – Cara menghindari impulsive buying saat diskon besar-besaran.

Diskon besar-besaran dapat mendorong masyarakat membeli barang secara spontan tanpa perencanaan. Untuk menghindari perilaku impulsive buying atau belanja impulsif, masyarakat dapat menerapkan sejumlah langkah, mulai dari menunda pembelian, mengalihkan perhatian, hingga memantau pengeluaran agar tetap sesuai dengan anggaran.

Impulsive buying merupakan perilaku membeli barang secara tiba-tiba tanpa perencanaan dan pertimbangan yang matang. Perilaku ini kerap muncul ketika masyarakat melihat penawaran menarik, termasuk potongan harga dalam jumlah besar, sehingga mereka terdorong membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Jika tidak dikendalikan, kebiasaan tersebut dapat mengganggu kondisi keuangan, memicu penumpukan barang yang jarang digunakan, dan menimbulkan penyesalan setelah berbelanja.

Studi berjudul “Rein It In. Nudge-Based Interventions to Cope with Online Impulse Buying Among Young Adults” dalam Journal of Behavioral Economics for Policy membahas intervensi berbasis dorongan (nudge) untuk membantu dewasa muda mengendalikan perilaku belanja impulsif secara daring.

Berikut tiga langkah yang dapat diterapkan untuk menghindari belanja impulsif saat diskon besar-besaran.

1. Beri jeda sebelum membeli

Masyarakat dapat menunda keputusan pembelian agar tidak langsung tergoda oleh potongan harga. Ketika menemukan barang yang menarik, masukkan barang tersebut ke daftar keinginan (wishlist) atau gunakan fitur “simpan untuk nanti” sebelum memutuskan untuk membelinya.

Selama jeda tersebut, pertimbangkan fungsi barang, tingkat kebutuhan, dan frekuensi penggunaannya. Langkah ini membantu konsumen menilai apakah barang tersebut benar-benar diperlukan atau hanya menarik karena harganya sedang turun.

2. Alihkan perhatian dari godaan belanja

Masyarakat dapat mengalihkan perhatian dengan melakukan aktivitas lain ketika muncul dorongan untuk membeli barang yang tidak direncanakan. Misalnya, tutup aplikasi belanja, lakukan kegiatan yang menyenangkan, atau berjalan-jalan sejenak.

Mengalihkan perhatian dapat membantu konsumen mengambil jarak dari penawaran yang memicu keinginan berbelanja. Setelah dorongan tersebut mereda, konsumen dapat mengevaluasi kembali kebutuhan dan mempertimbangkan keputusan pembelian secara lebih tenang.

3. Pantau pengeluaran dan ingat tujuan keuangan

Konsumen perlu memeriksa total belanja sebelum menyelesaikan transaksi. Selain itu, tetapkan batas pengeluaran mingguan atau bulanan agar pembelian tetap sesuai dengan anggaran.

Sebelum membeli barang yang tidak direncanakan, pertimbangkan pula dampaknya terhadap tujuan keuangan jangka panjang, seperti menabung atau memenuhi kebutuhan utama. Dengan begitu, konsumen dapat membandingkan kepuasan sesaat dari pembelian dengan manfaat yang lebih besar jika uang tersebut disimpan atau dialokasikan untuk kebutuhan lain.

Melalui langkah-langkah tersebut, konsumen dapat memanfaatkan diskon secara lebih bijak tanpa mengabaikan kebutuhan dan kondisi keuangan. Potongan harga sebaiknya menjadi pertimbangan dalam membeli barang yang dibutuhkan, bukan alasan untuk melakukan pembelian di luar rencana.

Topik Menarik