Pemilu Paruh Waktu AS hingga Rilis Laporan Keuangan Uji Wall Street Pekan Depan
IDXChannel - Pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS), padatnya agenda rilis laporan keuangan perusahaan, serta laporan ketenagakerjaan bulanan akan kembali menguji ketahanan investor saham di Wall Street pada pekan depan. Hal ini terjadi setelah serangkaian tekanan menghantam perdagangan saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang selama ini menjadi motor utama penguatan pasar.
Gejolak terbaru di sektor AI dipicu oleh kinerja kuartalan Alphabet (GOOGL.O) dan Amazon (AMZN.O) yang mengecewakan. Kedua perusahaan teknologi berskala besar (hyperscaler) tersebut menggelontorkan investasi besar-besaran untuk pembangunan pusat data. Sementara itu, saham perusahaan semikonduktor Intel (INTC.O) anjlok hampir 29 persen pada Jumat setelah perusahaan merilis laporan keuangannya.
Terbebani saham-saham teknologi dan terkait AI, indeks S&P 500 (.SPX) merosot 1,8 persen pada Jumat, sedangkan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 2,9 persen.
Hasil kinerja kuartalan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran mengenai sumber pendanaan dan potensi imbal hasil finansial yang dibutuhkan untuk menopang investasi AI, yang menjadi salah satu tema utama di balik tren pasar saham bullish di AS.
Kekhawatiran ini diperkirakan masih berlanjut, seiring dengan jadwal rilis laporan keuangan sejumlah pemain besar di sektor teknologi dan AI, termasuk Apple (AAPL.O), AMD (AMD.O), dan Palantir (PLTR.O) pada pekan depan. Selain itu, hasil pemilu paruh waktu juga berpotensi menentukan arah regulasi AI.
“Menurut saya, pasar saham tampak sedikit bermasalah, dan saya pikir hal itu benar-benar bersumber dari kekhawatiran terhadap AI yang terus bertahan, bahkan semakin meningkat,” kata kepala strategi investasi di Empower, penyedia layanan pensiun dan pengelolaan kekayaan, Marta Norton, dilansir Reuters, Sabtu (31/10/2026).
“Pasar masih mencerna sejumlah hasil laporan keuangan yang kita lihat pekan ini," ujar dia.
Pemilu yang berlangsung pada Selasa akan menentukan apakah Partai Demokrat dapat merebut kendali Kongres dari Partai Republik yang dipimpin Presiden Donald Trump. Partai Demokrat secara luas diperkirakan memenangkan kursi mayoritas di DPR AS (House of Representatives), tetapi persaingan untuk menguasai Senat masih belum dapat dipastikan. Partai Republik menguasai kedua kamar Kongres selama dua tahun pertama pemerintahan Trump.
Investor bersiap menghadapi meningkatnya penolakan terhadap pembangunan pusat data. Dampaknya terhadap biaya energi dan lingkungan telah memicu penentangan publik yang cukup kuat. Meski terdapat keraguan bahwa undang-undang yang berpotensi diberlakukan akan menimbulkan risiko serius terhadap investasi AI, terlepas dari partai mana yang menang, kemenangan besar Partai Demokrat diperkirakan akan mendorong pengawasan yang lebih ketat.
Investor juga mencermati pemilihan tingkat lokal dan negara bagian di Texas serta wilayah lainnya pada Selasa, mengingat dampaknya terhadap ekspansi pembangunan pusat data.
“Jika Partai Demokrat benar-benar meraih kemenangan besar, saya pikir hal itu akan dipandang negatif bagi saham-saham AI, sektor teknologi secara umum, dan mungkin bahkan pasar secara keseluruhan,” kata mitra di Cherry Lane Investments, Rick Meckler.
Sektor pertahanan dan kesehatan juga menjadi bidang pasar saham yang sensitif terhadap hasil pemilu. Setiap perubahan peta politik di Washington dapat memengaruhi prospek belanja pemerintah, yang pada akhirnya berdampak pada harga aset. Kemenangan besar Partai Demokrat juga berpotensi mendorong pengawasan regulasi yang lebih ketat, termasuk terhadap perbankan Wall Street dan perusahaan kripto.
Selain itu, kinerja laba yang solid menjadi salah satu penopang penguatan pasar saham sepanjang 2026. Berdasarkan data LSEG IBES pada Jumat, lebih dari separuh perusahaan dalam indeks S&P 500 telah merilis laporan keuangan kuartal III, dengan pertumbuhan laba secara keseluruhan diperkirakan mencapai 31,6 persen pada periode tersebut.
Namun, investor memberikan respons negatif terhadap sejumlah laporan keuangan. Sebagai contoh, saham Caterpillar (CAT.N) anjlok 9 persen pada Kamis setelah perusahaan mempertahankan proyeksi pertumbuhan penjualan tahunan, meskipun permintaan terhadap peralatan listrik untuk pusat data masih kuat.
“Standar ekspektasi terhadap kinerja keuangan perusahaan sudah sangat tinggi. Jika perusahaan gagal memenuhi atau melampaui ekspektasi tersebut, sahamnya bisa mendapat tekanan,” kata kepala strategi pasar di Franklin Templeton Institute, Chris Galipeau.
Apple dijadwalkan merilis laporan keuangannya pada Senin. Saham produsen iPhone tersebut telah menguat sekitar 27 persen sepanjang tahun ini. Hasil kinerja juga dinantikan dari perusahaan semikonduktor AMD dan Qualcomm (QCOM.O), serta Palantir yang dapat memberikan gambaran lain mengenai perkembangan perdagangan saham berbasis AI.
McDonald’s (MCD.N), Amgen (AMGN.O), dan ConocoPhillips (COP.N) termasuk di antara lebih dari 100 perusahaan anggota S&P 500 yang dijadwalkan merilis laporan keuangan pada pekan depan.
Laporan ketenagakerjaan AS untuk Oktober yang dirilis Jumat depan akan memberikan gambaran penting mengenai kondisi perekonomian AS.
(NIA DEVIYANA)








