Nindya Karya Investigasi Insiden di Akses Proyek Rumah Pompa Cilincing
JAKARTA – PT Nindya Karya (Persero) tengah melakukan investigasi atas insiden kecelakaan yang menewaskan seorang anak di genangan air pada galian di sekitar jalan akses menuju proyek pembangunan Rumah Pompa Cilincing-KBN (Waduk Belibis), Jakarta Utara.
Senior Vice President QHSE PT Nindya Karya (Persero), Dedikasi Firansyah, menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di jalan akses bersama menuju area proyek dan bukan merupakan bagian dari area kerja maupun zona operasional proyek yang dikelola perusahaan.
Meski demikian, Nindya Karya tetap mengambil langkah penanganan dengan berkoordinasi bersama warga sekitar dan pihak terkait.
Perusahaan juga memberikan pendampingan serta santunan kepada keluarga korban meninggal dunia dan korban lainnya yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Atas nama manajemen, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kami juga berharap korban yang saat ini masih mendapatkan perawatan medis dapat segera pulih," ujar Dedikasi, Sabtu (31/10/2026).
Dia mengapresiasi respons cepat para pekerja dan warga yang telah berupaya memberikan pertolongan saat mengetahui kejadian tersebut. Menurutnya, perusahaan turut memberikan perhatian kepada keluarga korban melalui pendampingan dan penyaluran santunan.
Lebih lanjut, Nindya Karya menyatakan bahwa tim proyek masih melakukan investigasi untuk melengkapi dokumentasi serta memperoleh informasi dan hasil pemeriksaan secara menyeluruh terkait insiden tersebut.
Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan warga sekitar melalui pertemuan bersama untuk membahas penanganan kejadian dan memastikan proses penanganan berjalan dengan baik.
Sebelumnya, seorang anak berinisial FP dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di genangan air pada galian di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/10/2026).
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri menjelaskan, peristiwa bermula ketika korban bersama tiga temannya bermain di sekitar lokasi dan kemudian berenang di genangan air tersebut. Korban dan salah seorang temannya yang tidak bisa berenang kemudian meminta pertolongan.
Teriakan kedua anak tersebut didengar oleh dua orang yang melintas menggunakan mobil. Keduanya kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke Rumah Sakit Pekerja Sukapura. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, galian tersebut dibuat untuk mencari sumber air yang digunakan mencuci kendaraan proyek.
Di sisi lain, Nindya Karya menegaskan komitmennya untuk menjadikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai prioritas dalam setiap pelaksanaan pekerjaan. Perusahaan juga menyatakan akan terus memperhatikan aspek keselamatan di lingkungan sekitar proyek serta memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan pihak terkait.
Nindya Karya turut mengimbau masyarakat di sekitar proyek untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di area konstruksi yang memiliki potensi risiko keselamatan.








