Menperin Sebut Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Bukan Kontraksi

Menperin Sebut Industri Manufaktur Masih Ekspansi, Bukan Kontraksi

Ekonomi | sindonews | Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:02
share

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan sektor industri manufaktur nasional masih berada dalam fase ekspansi yang solid, bukan kontraksi sebagaimana dikhawatirkan sejumlah pihak. Ketahanan tersebut ditopang oleh pertumbuhan output industri yang konsisten melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga kuartal II 2026.

"Dari survei manufaktur levelnya ekspansi di atas 50, Indeks Kepercayaan Industri juga sekitar 53, yang berarti industri dalam level ekspansi, bukan kontraksi sebagaimana dipikirkan banyak orang," kata Menteri Perindustrian Sarmuji dalam acara Rapimnas Kadin, dikutip pada Sabtu (31/10/2026).

Baca Juga:Pabrik BYD Subang Digeruduk Ormas, Menperin Buka Suara

Menurut Sarmuji, berbagai indikator survei berkala menunjukkan optimisme pelaku usaha dan ritme produksi pabrikan masih bertahan kuat di atas ambang batas normal. Ia menilai kondisi tersebut memberikan pijakan kokoh bagi stabilitas perekonomian makro sepanjang paruh pertama tahun ini. "Sampai kuartal kedua datanya relatif serupa, yaitu pertumbuhan sektor industri di atas sedikit dari pertumbuhan ekonomi, artinya kita lagi dalam prospek yang cukup baik," ujarnya.

Kinerja positif tersebut tercermin dari geliat mayoritas cabang industri pengolahan yang terus mencetak ekspansi. Sebanyak 14 subsektor industri mencatat pertumbuhan, sementara hanya subsektor tembakau yang belum tumbuh.

Sarmuji menyebut sektor padat karya menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan industri, khususnya industri alas kaki dan furnitur yang tumbuh dua digit. Sektor-sektor tersebut juga dinilai berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja di daerah.

"Ada 14 subsektor industri yang mengalami pertumbuhan dan hanya pertembakauan yang tidak tumbuh, bahkan industri alas kaki dan furnitur tumbuh sangat besar di atas 10 serta menggembirakannya menyerap tenaga kerja dalam jumlah cukup banyak," tuturnya.

Baca Juga:BYD Punya 1,02 Juta Karyawan, Melebihi Toyota, GM, Ford, dan Tesla

Ke depan, Kemenperin akan berfokus pada peningkatan kapasitas terpasang dan penyempurnaan ekosistem usaha untuk memperkuat kontribusi manufaktur terhadap perekonomian. Pemerintah juga menargetkan peningkatan tingkat utilisasi pabrik agar kapasitas produksi domestik dapat beroperasi lebih optimal sebelum masuknya investasi baru.

"Industri kita insyaallah tetap tumbuh dan kami manfaatkan momentum ini dengan fokus menciptakan ekosistem lebih baik serta mendorong utilisasi pabrik dari hampir 70 menuju 80 hingga 85, karena memaksimalkan industri terpasang akan menyumbang kontribusi lebih besar apalagi jika ada investor baru," jelas Sarmuji.

Topik Menarik