Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Pelemahan harga Bitcoin di tengah ketidakpastian ekonomi global mendorong investor mencermati sejumlah faktor yang dapat memengaruhi pergerakan aset kripto, mulai dari penguatan dolar AS hingga arus dana produk investasi. Bittime, platform perdagangan aset digital yang menyediakan layanan Spot, Staking, dan Futures, mengingatkan investor agar memahami dinamika pasar serta risiko instrumen sebelum mengambil keputusan investasi.
"Perubahan ekspektasi suku bunga, penguatan dolar AS, dan ketidakpastian geopolitik dapat memengaruhi selera risiko investor. Karena itu, penting bagi pelaku pasar untuk memahami bagaimana berbagai faktor tersebut saling berkaitan sebelum mengambil keputusan," ujar Direktur Operasional Bittime Ryan Lymn, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga:4 Faktor yang Perlu Dicermati Investor Kripto di Kuartal IV 2026
Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP Resmi Naik! Cek Daftar Terbaru Hari Ini 14 September
Berdasarkan data CoinMarketCap pada Selasa (13/10) pagi, Bitcoin diperdagangkan di kisaran 82.400 dolar AS, turun sekitar 1,45 dalam 24 jam dan 3,73 dalam sepekan. Harga tersebut juga sekitar 34,7 di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar 126.198,07 dolar AS yang tercatat pada 6 Oktober 2025.
Salah satu faktor yang perlu dicermati adalah penguatan dolar AS di tengah ketidakpastian geopolitik. Reuters melaporkan pada 12 Oktober 2026 bahwa dolar AS menguat mendekati level tertinggi dalam 18 bulan, didukung permintaan terhadap aset yang dianggap lebih aman dan perhatian investor terhadap data inflasi AS. Perubahan sentimen tersebut dapat memengaruhi minat terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.Faktor berikutnya adalah perkembangan harga minyak yang berkaitan dengan prospek inflasi dan kebijakan moneter. Reuters pada 13 Oktober 2026 melaporkan harga minyak sedikit melemah setelah naik pada hari sebelumnya, sementara pasar mempertimbangkan risiko gangguan pasokan energi akibat ketegangan geopolitik. Meski demikian, dampak perubahan harga energi terhadap Bitcoin tidak selalu langsung atau konsisten.
Selain itu, arus dana pada produk investasi Bitcoin juga menjadi indikator yang diperhatikan pasar. Laporan Investing pada 12 Oktober 2026 menyoroti tekanan terhadap Bitcoin di tengah kenaikan harga minyak dan arus dana keluar dari produk spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di Amerika Serikat. Arus dana tersebut dapat memberikan gambaran mengenai permintaan terhadap produk investasi Bitcoin, meski tidak mewakili seluruh aktivitas di pasar kripto.
Ryan mengatakan indikator makroekonomi dan arus investasi perlu dianalisis secara menyeluruh karena tidak dapat memastikan arah harga berikutnya. Investor juga perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan kondisi pasar yang cepat sebelum menentukan strategi perdagangan.
Di tengah dinamika tersebut, Bittime menyediakan layanan Futures dengan 49 pasangan perdagangan, leverage hingga 25 kali, serta pilihan margin Cross dan Isolated. Instrumen derivatif itu memungkinkan pengguna mengambil posisi long berdasarkan perkiraan kenaikan harga atau short berdasarkan perkiraan penurunan harga, tetapi penggunaan leverage juga memperbesar potensi kerugian dan risiko likuidasi ketika pasar bergerak berlawanan dengan posisi yang diambil."Perkembangan industri aset digital tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap produk perdagangan, tetapi juga dengan peningkatan pemahaman pengguna terhadap risiko. Keputusan yang terukur dimulai dari riset mandiri, pemahaman terhadap instrumen yang digunakan, dan pengelolaan eksposur sesuai kemampuan finansial," kata Ryan.
Baca Juga:Inflasi AS Jadi Perhatian The Fed, Investor Perlu Cermati Dinamika Pasar Kripto
Bittime, sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengingatkan bahwa perdagangan Futures tidak menjamin keuntungan, baik saat harga naik maupun turun. Investor perlu memahami mekanisme margin, ketentuan likuidasi, serta potensi kerugian sebelum menggunakan produk derivatif dan menyesuaikan eksposur dengan kemampuan finansial masing-masing.









