Hasil Ekshumasi Jasad Sutrimo, Tak Ada Luka Kekerasan

Hasil Ekshumasi Jasad Sutrimo, Tak Ada Luka Kekerasan

Berita Utama | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:50
share

Jasad Sutrimo tidak ditemukan adanya luka kekerasan. Hal itu terungkap dalam proses ekshumasi terhadap pria yang disebut sebagai Karumga eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah tersebut.

Tim forensik menemukan tidak ada tanda luka akibat benda tumpul maupun benda tajam pada tubuh Sutrimo. Namun, temuan tersebut belum bisa memastikan penyebab kematian Sutrimo.

Ketua Tim Forensik Ahmad Yudianto menjelaskan, pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mencari penyebab kematian secara ilmiah.

"Dari hasil pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka yang di mana diakibatkan oleh karena kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam. Untuk itu kami melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengambil sampel-sampel untuk memastikan, mencari penyebab pasti kematian," kata Yudi, Kamis (13/8/2026).

Baca juga: Ekshumasi Sutrimo Dimulai, Sampel Diambil untuk Pastikan Penyebab KematianPuluhan sampel kemudian diambil dari tubuh Sutrimo. Mulai dari bagian kepala, jaringan kulit, swab hingga organ dalam seperti lambung dan jantung. Sampel tersebut selanjutnya dikirim untuk pemeriksaan toksikologi, histopatologi dan DNA.

"Pemeriksaan toksikologi yaitu untuk mencari apakah adanya racun dan lain sebagainya, nanti akan dilakukan oleh Puslabfor," ujarnya.

Pemeriksaan toksikologi menjadi salah satu bagian penting karena polisi ingin memastikan ada atau tidaknya zat tertentu yang berperan dalam kematian Sutrimo.

Lihat video: KEMATIAN SUTRIMO MASIH MISTERI! Publik Tunggu Hasil Autopsi Tim Forensik!

 

Tim forensik juga menelusuri informasi bahwa Sutrimo sempat ditemukan dalam kondisi mengeluarkan buih dari mulut dan hidung. Namun, saat jasad diperiksa, buih tersebut sudah tidak ditemukan.

"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini. Kita tunggu dari hasil laboratorium tersebut, apakah itu dari toksikologi ataupun dari pemeriksaan DNA-nya ataupun dari pemeriksaan histopatologinya," tutur Yudi.Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Bhudi Hermanto meminta semua pihak memberikan waktu kepada tim forensik untuk bekerja. "Kami memahami bahwa proses ini bukanlah hal yang mudah bagi keluarga, oleh karena itu rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional, hati-hati, dan tetap menghormati martabat almarhum serta perasaan keluarga," ucapnya.

Seperti diketahui, ekshumasi jasad Sutrimo dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Proses itu berlangsung sekira tiga jam lebih atau sejak pukul 09.30 WIB hingga 13.00 WIB.

Ekshumasi melibatkan tim dari Polda Metro Jaya, Polda Jawa Tengah, PDFMI, Laboratorium Forensik Polri hingga unsur akademik. Autopsi ulang dilakukan untuk memastikan kematian dari Sutrimo.

Topik Menarik