Viral Orangutan Masuk Perkantoran di Katingan, Diduga Kabur dari Hutan akibat Karhutla
KATINGAN, iNews.id - Seekor orangutan dewasa membuat geger warga Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, setelah terlihat masuk ke kawasan perkantoran dan sport center. Satwa langka dan dilindungi itu diduga keluar dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Video kemunculan orangutan tersebut viral di media sosial setelah memperlihatkan satwa berukuran besar itu berjalan santai menyeberangi jalan protokol. Peristiwa terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kasongan Lama, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.
Dalam video tersebut, orangutan berjalan melintasi jalan sebelum masuk ke area perkantoran. Satwa tersebut kemudian memanjat sebuah pohon yang berada di kawasan kantor.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Katingan yang menerima laporan warga langsung merespons kemunculan orangutan tersebut. Namun, petugas Damkar tidak melakukan evakuasi secara langsung karena satwa tersebut membutuhkan penanganan khusus.
Melihat Koleksi Buku Presiden Prabowo di Perpustakaan Pribadinya: Sejarah Perang hingga Filsafat
Kabid Damkar Kabupaten Katingan Yoshua Paskaputra mengatakan orangutan memiliki tenaga kuat dan sifat agresif sehingga tidak bisa ditangani sembarangan.
"Orangutan ini diduga didesak keluar dari hutan akibat karhutla lalu sempat masuk ke sport center, tepatnya di Stadion Lapangan Sepak Bola. Kami pihak damkar tidak bisa evakuasi karena sifat satwa ini agresif sehingga butuh perlakuan khusus dan peralatan khusus yaitu bius," ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Kemunculan orangutan di kawasan permukiman dan perkantoran diduga karena satwa tersebut sedang mencari sumber air maupun makanan setelah meninggalkan habitatnya di kawasan hutan.
Petugas menduga karhutla yang terjadi di sekitar habitat menjadi salah satu penyebab orangutan keluar dari kawasan hutan. Satwa dilindungi tersebut kemudian diarahkan agar menjauh dari area permukiman.
Petugas melakukan pemantauan terhadap pergerakan orangutan hingga akhirnya satwa tersebut bergerak kembali menuju kawasan hutan. Setelah berada beberapa waktu di area perkantoran, orangutan tersebut akhirnya kembali bergerak menuju habitat alaminya.
Petugas memastikan satwa tersebut tidak lagi berada di kawasan permukiman warga.
"Saat ini orangutan sudah kembali ke habitatnya," kata Yoshua.
Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati atau mengganggu satwa liar yang masuk ke area permukiman. Penanganan terhadap satwa dilindungi membutuhkan prosedur khusus agar keselamatan manusia maupun satwa tetap terjaga.









