Pihak Febrie Adriansyah Sebut Sutrimo Bukan Karumga, Tapi Penjaga Rumah Kosong

Pihak Febrie Adriansyah Sebut Sutrimo Bukan Karumga, Tapi Penjaga Rumah Kosong

Nasional | sindonews | Kamis, 13 Agustus 2026 - 07:53
share

Kuasa hukum mantan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah, Firman Wijaya membantah status Sutrimo, pria yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sebagai kepala rumah tangga (karumga) rumah Febrie. Pihaknya mengatakan bahwa Sutrimo merupakan sebagai penjaga rumah kosong.

“Jadi posisi almarhum bukan sebagai karumga seperti yang banyak disampaikan, namun lebih ke menjaga rumah yang kosong dan tinggal di sana,” kata Firman dikutip Kamis (13/8/2026).

Firman menyampaikan, Febrie meminta agar kematian Sutrimo tak dikaitkan dengan perkara korupsi yang sedang dihadapinya. Firman mengatakan, dari pengetahuan keluarga Febrie, Sutrimo memang sudah memiliki riwayat sakit diabetes sejak lama.

Baca juga: Ekshumasi Sutrimo Dimulai, Sampel Diambil untuk Pastikan Penyebab Kematian

“Keluarga berharap peristiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani Pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu. Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun,” sambung dia.Firman juga menjelaskan, Sutrimo kerap pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain. Sutrimo, kata dia, juga tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.

Lihat video: TEKA-TEKI KEMATIAN SUTRIMO! Penyidik Dalami Indikasi Pembunuhan Berencana!

 

Dia juga menyampaikan, penyebab kematian dari Sutrimo saat ini sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Sehingga dia meminta seluruh pihak menunggu hasil penyidikan yang dilakukan kepolisian untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Sutrimo.

"Tim advokat juga mengajak semua pihak menghormati proses hukum, termasuk praperadilan yang menjadi hak asasi semua warga negara dalam angka menegakkan hukum yang berkeadilan. Tidak mencampuradukan peristiwa almarhum dengan proses hukum yang berjalan dan tidak menjadikan peristiwa ini sebagai alat untuk mendelegitimasi praperadilan yang akan segera berjalan,” jelas dia.

Sebagai informasi, Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis, 23 Juli 2026 lalu di depan Klinik Mordent di kawasan Jakarta Selatan. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Topik Menarik