Trump Tegaskan Tak Perlu Senjata Nuklir Hantam Iran
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan tidak perlu menggunakan senjata nuklir untuk menyerang Iran. Namun, dia membuka kemungkinan militer AS menyerang Gunung Pickaxe, lokasi yang diyakininya menyimpan fasilitas nuklir rahasia Iran jauh di bawah tanah.
Trump mengatakan pemerintahannya harus memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Dia bahkan mengisyaratkan serangan terhadap Gunung Pickaxe dapat dilakukan untuk melumpuhkan fasilitas tersebut.
"Fasilitas nuklir mereka terkubur di bawah jutaan ton gunung. Saat ini kami sedang mencermati Gunung Pickaxe. Mungkin kami harus ke sana. Kami akan menargetkan lokasi itu dan melumpuhkannya dengan cepat," ujar Trump dalam wawancara dengan Newsmax, dikutip Sabtu (17/10/2026).
Meski mengancam serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, Trump menegaskan tidak akan menggunakan senjata nuklir dalam perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 tersebut. Konflik itu melibatkan AS dan Israel dalam pertempuran melawan Iran.
"Saya tidak akan menggunakan senjata nuklir. Kita tidak perlu melakukannya," katanya.
Trump juga menegaskan tidak akan mengerahkan pasukan AS untuk memasuki wilayah daratan Iran. Namun, pernyataannya mengenai kemungkinan serangan ke Gunung Pickaxe menunjukkan bahwa fasilitas nuklir bawah tanah tersebut masih menjadi salah satu target yang dipertimbangkan Washington.
Gunung Pickaxe Dekat Fasilitas Nuklir Natanz
Gunung Pickaxe merupakan fasilitas bawah tanah yang dilaporkan memiliki perlindungan kuat dan terkubur jauh di bawah permukaan. Lokasinya berada di dekat Natanz, salah satu fasilitas pengayaan uranium utama Iran.
Kedalaman dan struktur pelindung fasilitas semacam itu menjadi tantangan bagi operasi militer yang berupaya menghancurkan instalasi dari udara. Trump menyinggung kondisi tersebut ketika menggambarkan fasilitas nuklir Iran yang terkubur di bawah jutaan ton material gunung.
Namun, belum ada kepastian mengenai keputusan akhir pemerintah AS untuk menyerang Gunung Pickaxe. Trump hanya mengatakan bahwa lokasi tersebut sedang dicermati dan kemungkinan dapat menjadi sasaran operasi militer.
Trump Singgung Bom Raksasa MOAB
Dalam wawancara tersebut, Trump juga ditanya mengenai kemungkinan AS menggunakan GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), bom konvensional berdaya ledak sangat besar yang dijuluki Mother of All Bombs atau Ibu dari Segala Bom.
Trump tidak secara jelas mengonfirmasi apakah senjata tersebut akan digunakan untuk menyerang Iran. Dia hanya menegaskan bahwa MOAB bukanlah senjata nuklir.
MOAB merupakan bom konvensional, berbeda dari senjata nuklir yang menghasilkan energi melalui reaksi nuklir. Meski memiliki daya ledak besar, penggunaan MOAB tidak otomatis menjamin kehancuran fasilitas yang terkubur sangat dalam dan dilindungi struktur batuan.
Pernyataan Trump itu muncul di tengah upaya AS untuk melumpuhkan kemampuan nuklir Iran. Hingga kini, belum ada kepastian apakah Washington akan memilih menyerang Gunung Pickaxe atau menggunakan opsi militer lainnya.









