Maknai Simbol Angka 88, Pengamat: Visi Kapolri Suyudi Tegak Lurus dengan Agenda Prabowo
JAKARTA, iNews.id - Peneliti Kebijakan Publik dari Charles University Praha, Choirul Anam, menilai kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Suyudi Ario Seto memiliki kesatuan arah yang kuat dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Hal tersebut dinilai tercermin dari orientasi kebijakan keamanan yang berfokus pada kepentingan masyarakat.
Choirul mengaitkan keselarasan ini melalui pembacaan simbolik antara angka 88 dan 08. Menurutnya, hal ini merupakan penegasan bahwa Polri akan bergerak dalam garis pemerintahan yang sama dengan Istana.
"Dalam pembacaan simbolik, 88 dapat dimaknai sebagai penegasan ganda atas arah 08, bahwa kepemimpinan Polri di bawah Suyudi hendak bergerak dalam garis pemerintahan Presiden Prabowo," ujar Choirul Anam dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10/2026).
Choirul menjelaskan, keselarasan tersebut bukanlah sekadar bentuk loyalitas personal seorang Kapolri kepada Presiden yang mengangkatnya. Lebih dari itu, hal ini menunjukkan adanya penyatuan visi antara kebijakan di sektor keamanan nasional dengan agenda utama pemerintah.
Dia kemudian merujuk pada kerangka klasik The Philosophy of Loyalty dari pemikir Josiah Royce (1908). Menurut Choirul, loyalitas yang ditunjukkan oleh institusi Polri saat ini berada pada level pengabdian kepada tujuan yang lebih besar.
"Bagi Royce, loyalitas bukan sekadar kepatuhan kepada seseorang. Loyalitas merupakan pengabdian yang sadar, praktis, dan konsisten kepada suatu tujuan yang dianggap lebih besar daripada kepentingan individual," papar akademisi yang juga memegang berbagai sertifikasi profesional tersebut.
Dalam konteks pemerintahan saat ini, tujuan besar yang dimaksud adalah rakyat. Choirul menyoroti bagaimana Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan, termasuk pada pidato pelantikannya, selalu menegaskan bahwa pemimpin harus bekerja dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Semangat pengabdian dan prioritas kepada rakyat tersebut, lanjut Choirul, dinilai sangat sejalan dengan arah kepemimpinan baru di tubuh Korps Bhayangkara. "Suyudi datang dengan bahasa yang senada (dengan Presiden), yakni 'Polisi Bersama Masyarakat'," katanya.








